Bahlil Sebut Impor Etanol untuk Pengembangan Energi Bersih

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah Indonesia membuka peluang impor etanol. Termasuk, dari Amerika Serikat, sebagai salah satu upaya pengembangan energi bersih.

“Kita akan campur (bensin) dengan etanol, mandatory, tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia,” ujar Bahlil dalam jumpa pers yang digelar secara virtual, dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan opsi impor etanol terbuka selama produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Namun, sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja,” kata Bahlil.

Ia mengatakan peluang impor tersebut berjalan secara paralel dengan upaya peningkatan produksi energi dalam negeri.
 

Baca Juga :Bahlil Pastikan Kerja Sama Indonesia-Amerika Menguntungkan 2 Negara

 

“Termasuk di impor dari Amerika, sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi, ini paralel saja sebenarnya,” ujar dia.

Menteri ESDM menambahkan, rencana pemerintah untuk mewajibkan pencampuran bensin dengan etanol merupakan salah satu upaya penguatan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Adapun sebelumnya, pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi mandatori pencampuran bioetanol secara bertahap.

Program ini direncanakan dimulai dengan E5 pada 2028 dan E10 pada 2030, serta diarahkan menuju E20 dengan mempertimbangkan kesiapan produksi, distribusi, serta infrastruktur pendukung.

Untuk mendukung masa transisi tersebut, pemerintah membuka ruang kerja sama perdagangan dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, secara proporsional dan terukur sesuai kebutuhan domestik.

Kebijakan ini diiringi dengan upaya memperkuat kapasitas produksi dalam negeri agar industri bioetanol nasional dapat tumbuh berkelanjutan.


Menteri ESDM Bahlil Lahadalila. Foto: Antara

Secara keseluruhan, implementasi Agreement of Reciprocal Trade (ART/perjanjian perdagangan timbal balik) pada sektor energi dan sumber daya mineral dirancang berjalan bertahap, terukur, dan selaras dengan kepentingan nasional.

Bahlil menegaskan bahwa seluruh komitmen ini bertujuan memperkuat fondasi ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

“Ini sejalan dengan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo dalam rangka mewujudkan apa yang telah disepakati untuk kemudian perjanjian ini diharapkan saling menguntungkan kedua belah pihak. Harus win-win. Perjanjian ini tidak boleh menguntungkan salah satu pihak saja, tapi harus semua pihak merasakan keuntungan daripada perjanjian ini,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ingatkan Sumitronomics, Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Mobil KDMP Langgar Asta Cita
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
BPBD: Akses Jalan ke KAT Sikundo Aceh Barat Putus Akibat Diterjang Banjir
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Gubernur Sulsel: Harga Sembako Relatif Terkendal
• 23 jam laluterkini.id
thumb
Tawuran dan Balap Liar Subuh, Polresta Padang Amankan 30 Remaja
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Fortuna Sittard vs Excelsior: Duel 2 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.