Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di Kabupaten Sidoarjo melalui Kementerian Pertanian.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sekaligus mendorong regenerasi petani di tengah tantangan alih fungsi lahan dan urbanisasi.
Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengatakan, bantuan alsintan merupakan aspirasi petani Sidoarjo yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian dan difasilitasi Dinas Pangan dan Pertanian setempat. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat penting untuk menjaga surplus produksi pangan di wilayah tersebut.
“Tujuannya untuk mempercepat produktivitas pertanian di Sidoarjo agar semakin tinggi. Selama ini Sidoarjo sudah hebat, bahkan hasil pertaniannya melebihi kebutuhan pangan daerah,” ujar BHS, Jumat 20 Februari 2026.
Ia menyebut, dengan luas lahan sekitar 18 ribu hektare, produksi pertanian Sidoarjo mampu mencapai sekitar 330 ribu ton gabah dari dua hingga tiga kali masa panen.
Sementara kebutuhan pangan daerah diperkirakan hanya sekitar 216 ribu ton per tahun. Artinya, terdapat surplus lebih dari 100 ribu ton.
“Ini prestasi luar biasa. Dengan dukungan pemerintah, TNI, serta kebijakan harga gabah dari Presiden Prabowo Subianto, semangat petani tentu semakin meningkat,” katanya.
BHS menambahkan, pihaknya mendorong Dinas Pangan dan Pertanian untuk menggandeng Dinas Pendidikan guna mengangkat petani sebagai guru atau role model bagi generasi penerus.
Menurutnya, konsep tersebut telah diterapkan di beberapa negara dan terbukti mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
“Petani harus dijadikan guru pertanian. Sinergi dengan Dinas Pendidikan penting agar marwah petani naik sebagai pahlawan pangan. Dengan begitu, generasi muda tidak lagi memandang sektor ini sebelah mata,” tegas BHS.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, sehingga pertanian tetap menjadi sektor strategis di tengah pesatnya perkembangan wilayah perkotaan seperti Sidoarjo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eny Rustianingsih, menyampaikan bahwa produktivitas pertanian terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya rata-rata produksi hanya 6,5 hingga 7 ton per hektare, kini sudah mencapai 8 hingga 9 ton per hektare di sejumlah wilayah.
“Di wilayah Tarik bahkan sudah ada yang mencapai 9 ton per hektare. Ini tentu berkat sinergi berbagai pihak dan dukungan sarana prasarana pertanian,” ujar Eny.
Menurut Eny, bantuan alsintan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi generasi muda. Ia berharap anak-anak petani dapat terlibat langsung mengelola lahan pertanian keluarga dengan dukungan teknologi modern.
“Regenerasi penting. Usia petani rata-rata di atas 40 tahun. Dengan adanya alsintan, generasi produktif bisa tertarik kembali ke sektor pertanian karena lebih efisien dan menjanjikan secara ekonomi,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





