Terungkap! Kurma Israel Diduga Dijual Pakai Label Berbeda

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: / Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kurma global tengah disorot setelah muncul tudingan bahwa sebagian kurma asal Israel, termasuk dari permukiman di Tepi Barat, dijual di Eropa dengan label asal yang disamarkan.

Sejumlah laporan industri, investigasi media, hingga kelompok pengawas konsumen di Eropa menyebut, produk kurma yang diproduksi di permukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat diduga masuk ke pasar Uni Eropa melalui negara ketiga atau jalur logistik tidak langsung untuk menyembunyikan asal produksinya. Praktik ini oleh para kritikus disebut sebagai date laundering.

Baca: Shalat Tarawih di Masjidil Haram Arab Saudi 10 Rakaat, 3 Witir

Melansir Anadou Agency, nilai pasar kurma dunia pada 2025 diperkirakan mencapai US$32,7 miliar dan diproyeksikan naik menjadi US$34,5 miliar pada 2026, dengan pertumbuhan tahunan majemuk 6,14%. Pada 2034, pasar ini diprediksi menembus US$55,58 miliar.


Kawasan Timur Tengah dan Afrika mendominasi industri ini dengan kapasitas panen lebih dari 9 juta ton per tahun dan menguasai 85,28% pangsa pasar global pada 2025. Produsen utama di kawasan ini antara lain Mesir, Arab Saudi, Iran, Aljazair, Israel, Irak, dan Uni Emirat Arab.

Mesir menjadi produsen terbesar dunia dengan lebih dari 1,7 juta ton per tahun, disusul Arab Saudi dan Iran. Meski volume produksi Israel lebih kecil dibanding Mesir dan Arab Saudi, negara tersebut dikenal sebagai pemain utama dalam ekspor kurma premium, terutama varietas Medjool.

Baca: 7 Menu Sahur yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Terbukti Ilmiah

Kurma Asal Israel

Israel mengekspor sekitar 35.000 ton kurma per tahun. Namun data sektor pertanian yang dipublikasikan media Israel menunjukkan hanya sekitar 8.800 ton diproduksi di dalam wilayah yang diakui secara internasional, terutama di Lembah Arava.

Jika angka ini akurat, maka sekitar 75% volume ekspor diduga berasal dari perkebunan di permukiman Tepi Barat, yang secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Baca: Kenapa Kangkung Jarang Jadi Menu Pasien RS? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Beberapa laporan menyebut produk tersebut dilabeli sebagai "produk Israel" tanpa menyebut asal dari permukiman. Laporan juga menduga kurma Israel bahkan dipasarkan melalui negara perantara seperti Belanda, Maroko, Uni Emirat Arab, maupun Palestina.

Data Bank Dunia menunjukkan, sekitar setengah kurma yang dijual di Belanda dan lebih dari sepertiga di Prancis berasal dari Israel. Kedua negara ini juga dikenal sebagai pusat pengemasan dan re-ekspor di Eropa. Produk terkait Israel diperkirakan menyumbang sekitar 25% pasokan kurma di Jerman.

Baca: 6 Buah yang Disebut dalam Al Quran, Manfaatnya Teruji Secara Ilmiah

Aturan Label Uni Eropa

Uni Eropa memiliki aturan khusus terkait pelabelan produk dari permukiman Israel. Dalam putusan Mahkamah Uni Eropa pada 2019, produk dari permukiman tidak cukup hanya diberi label "produk Israel". Asal dari wilayah permukiman harus dicantumkan secara jelas agar tidak menyesatkan konsumen.

Seiring meningkatnya sensitivitas konsumen Eropa terhadap isu sumber etis dan perdagangan adil, dugaan pelabelan asal yang tidak transparan memicu kekhawatiran potensi pelanggaran regulasi perdagangan. Permintaan kurma biasanya melonjak selama Ramadan, sehingga pengawasan dinilai bisa semakin menantang dalam periode tersebut.

Tekanan Boikot dan Dampaknya

Israel saat ini menghadapi kampanye boikot di berbagai negara, terutama di dunia Muslim dan sebagian Eropa, di tengah konflik Gaza yang masih berlangsung. Beberapa peritel besar mulai meninjau ulang kebijakan pengadaan.

Ritel asal Inggris Co-op dilaporkan menghentikan pengadaan dari Israel, sementara kampanye boikot juga menguat di Belgia dan Irlandia. Di sisi lain, laporan media Israel menyebut sektor pertanian negara itu menghadapi tekanan berat akibat gangguan logistik dan dampak boikot yang meluas.

Para pengamat mendorong konsumen Eropa untuk lebih teliti memeriksa informasi asal produk, khususnya untuk kurma premium seperti Medjool yang banyak beredar di pasar.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Perlindungan Maksimal Tinted Sunscreen Finally Found You!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FPCI ajukan lima rekomendasi percepatan PLTS 100 GW
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Ikon Budaya Minang, Nasib Rumah Gadang kian Memprihatinkan
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
TERPOPULER: Isi Chat Grup Para Karyawan Inara Rusli, Isu Pesulap Merah Jadikan Istri Pertama Tumbal
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura, 1 ABK Indonesia Tewas
• 22 jam laludetik.com
thumb
Komnas HAM Bakal Punya Penyidik, Pigai: Dididik Langsung oleh Kejagung
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.