Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu Akan Diperpanjang hingga 2055

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan memperpanjang kontrak pengelolaan raksasa minyak Amerika Serikat (AS) ExxonMobil di Blok Cepu hingga 2055.

Perpanjangan kontrak ini menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rangkaian agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke AS terkait Perjanjian Perdagangan Timbal Balik RI-AS.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dengan perpanjangan kontrak, ExxonMobil akan menambah investasi sekitar US$10 miliar atau sekitar Rp168,6 triliun (asumsi kurs Rp16.860 per US$)

"Kami akan memperpanjang sampai dengan 2055 dengan total investasi kurang lebih menambah US$10 miliar," ujar Bahlil dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026) malam.

Bahlil menuturkan, ExxonMobil telah beroperasi 100 tahun lebih di hulu migas RI dan merupakan salah satu penyumbang lifting minyak terbesar selain Pertamina. Lifting ExxonMobil saat ini tercatat pada kisaran 170.000-185.000 barel per hari.

ExxonMobil melalui ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) adalah operator Blok Cepu di Jawa Timur dengan hak partisipasi 45%. Kontrak ExxonMobil di blok ini akan berakhir pada 17 September 2035.

Baca Juga

  • Teknologi Pengeboran Baru ExxonMobil Tambah Produksi Banyu Urip 30.000 Barel
  • Perjalanan Panjang ExxonMobil di Indonesia, Berawal dari Jualan Pelumas dan Minyak Tanah
  • ExxonMobil Gelontorkan Investasi Rp380,5 Triliun Selama 125 Tahun di RI

Adapun, perpanjangan kontrak ExxonMobil hingga saat ini belum final. Bahlil mengatakan, masih ada beberapa hal yang belum disepakati, termasuk mengenai skema kontrak bagi hasil.

"Ada beberapa yang harus kita clear-kan, termasuk di dalamnya adalah sharing cost recovery antara pendapatan negara dan pendapatan KKKS [kontraktor kontrak kerja sama]," kata Bahlil.

Menurutnya, pembahasan mengenai skema bagi hasil tersebut tak lama lagi akan rampung.

"Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komunikasi bilateral kita antara pihak swasta yang ada di sini maupun dengan pemerintah Indonesia, termasuk di dalamnya adalah berkomunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat," tuturnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, ExxonMobil telah memulai diskusi awal mengenai perpanjangan kontrak sejak 2023. Diskusi perpanjangan kontrak ini tak lepas dari masih besarnya potensi cadangan migas di blok tersebut.

Lapangan Blok Cepu terdiri atas, antara lain Banyu Urip, Kedung Keris, dan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru, dengan cadangan untuk minyak bumi sebesar 344,63 Mstb, sedangkan cadangan gas sebesar 1.201,26 Bscf.

Pada Blok Cepu ini juga rencananya akan dikembangkan beberapa lapangan dengan total investasi US$472,2 juta. Perinciannya, Lapangan West Kedung Keris (minyak) pada tahun 2025-2027 dengan investasi US$48 juta, Lapangan Cendana (gas) dengan investasi sebesar US$170,3 juta, dan Lapangan Alas Tua West (gas) dengan investasi sebesar US$253,9 juta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibatalkan Mahkamah Agung, Trump Berlakukan Skema Tarif Global 10 Persen 
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Kena Mental Dihujat Satu Negara! Influencer Eks LPDP Dwi Sasetyaningtyas Akhirnya Minta Maaf usai Sebut “Cukup Aku Saja yang WNI”
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Bea Cukai Jakarta segel toko perhiasan mewah di Pluit
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Riva Siahaan Sampaikan Pledoi, Singgung Bensin Oplosan hingga Minta Keadilan
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
7 Jalur Seleksi S1 IPB 2026 dan Syarat Lengkapnya, Cek di Sini!
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.