Milan (ANTARA) - Ning Zhongyan dari China mengalahkan atlet unggulan Amerika Serikat (AS) Jordan Stolz untuk merebut medali emas di cabang olahraga seluncur cepat (speed skating) nomor 1.500 meter putra dan sekaligus mencetak rekor Olimpiade baru.
Sementara itu, cabang ski mountaineering (skimo) membuka kompetisi di tengah kondisi badai salju dalam Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 pada Kamis (19/2).
Ning Zhongyan, yang telah mengumpulkan dua medali perunggu dari nomor 1.000 meter dan pursuit beregu, finis dengan catatan waktu 1 menit 41,98 detik untuk membawa pulang emas Olimpiade pertama China di nomor tersebut.
Merenungkan perjalanannya setelah finis di urutan ketujuh pada ajang Beijing 2022, Ning mengatakan raihan kali ini terasa seperti akhirnya berhasil mendaki gunung yang dahulu dia pikir mustahil untuk didaki.
"Setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing, level kesulitan dalam seluncur cepat terus meningkat. Rasanya seperti ada gunung di depan saya, dan apa pun yang saya lakukan, saya tidak bisa melewatinya," ujar Ning.
"Namun, saya tidak pernah berhenti percaya pada kemampuan saya. Saya terus mengingatkan diri sendiri untuk tetap sabar, terus bekerja keras, dan yakin bahwa semua usaha akan membuahkan hasil suatu hari nanti. Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti itu. Bahkan sekarang, rasanya masih sedikit tidak nyata melihat saya mampu melakukan ini," tutur Ning.
Dengan kemenangan Ning, perolehan medali China kini menjadi tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Stolz, yang sebelumnya memenangkan medali emas di nomor 500 meter dan 1.000 meter di ajang tersebut, tertinggal 0,77 detik dari Ning, membawanya ke urutan kedua di podium. Sementara itu, juara bertahan Kjeld Nuis dari Belanda meraih perunggu dengan catatan waktu 1 menit 42,82 detik.
Megan Keller #5 dari Amerika Serikat mencetak gol saat pertandingan final hoki es putri Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 melawan Kanada, 19 Februari 2026. (Xinhua/Tao Xiyi) Oriol Cardona Coll dari Spanyol dan Marianne Fatton dari Swiss meraih medali emas Olimpiade pertama dalam cabor skimo masing-masing di nomor sprint putra dan putri.
Di nomor sprint putri, Fatton melakukan gerakan menentukan di transisi terakhir, melesat ke depan untuk mengamankan posisi pertama dengan catatan waktu 2 menit 59,77 detik, menambah koleksi gelar juara dunia 2025-nya.
Dia melewati garis finis 2,38 detik di depan Emily Harrop dari Prancis, yang harus puas dengan medali perak. Sementara itu, Ana Alonso Rodriguez dari Spanyol melengkapi podium di posisi ketiga.
"Ini hari yang ajaib. Ini sejarah bagi olahraga kita, dan bagi kami sebagai atlet," kata Fatton usai kemenangannya.
Di nomor sprint putra, juara dunia bertahan Cardona Coll meraih kemenangan dengan catatan waktu 2 menit 34,03 detik, mengamankan medali emas Olimpiade Musim Dingin pertama Spanyol sejak 1972. Sementara itu, atlet netral individu Nikita Filippov meraih perak, dan Thibault Anselmet dari Prancis meraih perunggu.
Dalam nomor kombinasi Nordik (Nordic combined), Jens Luraas Oftebro dan Andreas Skoglund dari Norwegia meraih emas di nomor sprint beregu putra, mengalahkan Finlandia hanya dengan selisih setengah detik dalam kompetisi ski lintas alam yang dramatis di tengah badai salju.
Oftebro mengamankan emas ketiganya di Olimpiade ini, sedangkan Skoglund meraih medali Olimpiade pertamanya. Austria mengamankan perunggu.
Atlet Swiss Marianne Fatton beraksi di nomor sprint ski mountaineering putri Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, 19 Februari 2026. (Xinhua/Hu Huhu) Pada Kamis yang sama, tim AS menekuk Kanada dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di pertandingan final cabang hoki es putri, sementara atlet AS Alysa Liu meraih emas dari nomor seluncur indah (figure skating) putri dengan total skor 226,79 poin.
Juara bertahan Gu Ailing mengatasi kesulitan awal untuk melaju ke final cabang freeski nomor halfpipe putri. Bertanding pertama, bintang China itu sempat terjatuh pada luncuran (run) pembukanya, tetapi bangkit kembali dan mencetak 86,50 poin pada luncuran kedua, sehingga akhirnya finis di posisi kelima dalam babak kualifikasi.
Tiga atlet ski China lainnya, Li Fanghui, Zhang Kexin, dan Liu Yishan, juga lolos babak kualifikasi.
Hujan salju lebat yang terus-menerus mengganggu jadwal kompetisi mendorong panitia untuk menunda kembali kompetisi ski gaya bebas (freestyle skiing) nomor aerial putra. Nomor tersebut kini dijadwalkan ulang untuk dipertandingkan pada Jumat (20/2).
Sementara itu, kualifikasi freeski nomor halfpipe putra juga dijadwalkan ulang pada Jumat yang sama.
Sementara itu, cabang ski mountaineering (skimo) membuka kompetisi di tengah kondisi badai salju dalam Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 pada Kamis (19/2).
Ning Zhongyan, yang telah mengumpulkan dua medali perunggu dari nomor 1.000 meter dan pursuit beregu, finis dengan catatan waktu 1 menit 41,98 detik untuk membawa pulang emas Olimpiade pertama China di nomor tersebut.
Merenungkan perjalanannya setelah finis di urutan ketujuh pada ajang Beijing 2022, Ning mengatakan raihan kali ini terasa seperti akhirnya berhasil mendaki gunung yang dahulu dia pikir mustahil untuk didaki.
"Setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing, level kesulitan dalam seluncur cepat terus meningkat. Rasanya seperti ada gunung di depan saya, dan apa pun yang saya lakukan, saya tidak bisa melewatinya," ujar Ning.
"Namun, saya tidak pernah berhenti percaya pada kemampuan saya. Saya terus mengingatkan diri sendiri untuk tetap sabar, terus bekerja keras, dan yakin bahwa semua usaha akan membuahkan hasil suatu hari nanti. Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti itu. Bahkan sekarang, rasanya masih sedikit tidak nyata melihat saya mampu melakukan ini," tutur Ning.
Dengan kemenangan Ning, perolehan medali China kini menjadi tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Stolz, yang sebelumnya memenangkan medali emas di nomor 500 meter dan 1.000 meter di ajang tersebut, tertinggal 0,77 detik dari Ning, membawanya ke urutan kedua di podium. Sementara itu, juara bertahan Kjeld Nuis dari Belanda meraih perunggu dengan catatan waktu 1 menit 42,82 detik.
Megan Keller #5 dari Amerika Serikat mencetak gol saat pertandingan final hoki es putri Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 melawan Kanada, 19 Februari 2026. (Xinhua/Tao Xiyi) Oriol Cardona Coll dari Spanyol dan Marianne Fatton dari Swiss meraih medali emas Olimpiade pertama dalam cabor skimo masing-masing di nomor sprint putra dan putri.
Di nomor sprint putri, Fatton melakukan gerakan menentukan di transisi terakhir, melesat ke depan untuk mengamankan posisi pertama dengan catatan waktu 2 menit 59,77 detik, menambah koleksi gelar juara dunia 2025-nya.
Dia melewati garis finis 2,38 detik di depan Emily Harrop dari Prancis, yang harus puas dengan medali perak. Sementara itu, Ana Alonso Rodriguez dari Spanyol melengkapi podium di posisi ketiga.
"Ini hari yang ajaib. Ini sejarah bagi olahraga kita, dan bagi kami sebagai atlet," kata Fatton usai kemenangannya.
Di nomor sprint putra, juara dunia bertahan Cardona Coll meraih kemenangan dengan catatan waktu 2 menit 34,03 detik, mengamankan medali emas Olimpiade Musim Dingin pertama Spanyol sejak 1972. Sementara itu, atlet netral individu Nikita Filippov meraih perak, dan Thibault Anselmet dari Prancis meraih perunggu.
Dalam nomor kombinasi Nordik (Nordic combined), Jens Luraas Oftebro dan Andreas Skoglund dari Norwegia meraih emas di nomor sprint beregu putra, mengalahkan Finlandia hanya dengan selisih setengah detik dalam kompetisi ski lintas alam yang dramatis di tengah badai salju.
Oftebro mengamankan emas ketiganya di Olimpiade ini, sedangkan Skoglund meraih medali Olimpiade pertamanya. Austria mengamankan perunggu.
Atlet Swiss Marianne Fatton beraksi di nomor sprint ski mountaineering putri Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, 19 Februari 2026. (Xinhua/Hu Huhu) Pada Kamis yang sama, tim AS menekuk Kanada dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di pertandingan final cabang hoki es putri, sementara atlet AS Alysa Liu meraih emas dari nomor seluncur indah (figure skating) putri dengan total skor 226,79 poin.
Juara bertahan Gu Ailing mengatasi kesulitan awal untuk melaju ke final cabang freeski nomor halfpipe putri. Bertanding pertama, bintang China itu sempat terjatuh pada luncuran (run) pembukanya, tetapi bangkit kembali dan mencetak 86,50 poin pada luncuran kedua, sehingga akhirnya finis di posisi kelima dalam babak kualifikasi.
Tiga atlet ski China lainnya, Li Fanghui, Zhang Kexin, dan Liu Yishan, juga lolos babak kualifikasi.
Hujan salju lebat yang terus-menerus mengganggu jadwal kompetisi mendorong panitia untuk menunda kembali kompetisi ski gaya bebas (freestyle skiing) nomor aerial putra. Nomor tersebut kini dijadwalkan ulang untuk dipertandingkan pada Jumat (20/2).
Sementara itu, kualifikasi freeski nomor halfpipe putra juga dijadwalkan ulang pada Jumat yang sama.





