Alasan tak Boleh Konsumsi Karbohidrat Berlebihan Saat Sahur Menurut Ahli Gizi

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi karbohidrat berlebihan saat sahur. Karena, menurutnya, karbohidrat dapat membebani kerja pankreas dan ginjal serta memicu penumpukan lemak tubuh.

“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Kalau glukosa dalam darah tinggi, tubuh memproduksi insulin lebih banyak. Insulin ini diproduksi oleh pankreas,” kata Rita saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga
  • Gubernur Papua Selatan Gelar Ratas Bahas Penembakan Pilot Smart Air
  • Masjid Raya Al-Mashun Medan Sediakan 1.500 Porsi Bubur Sup Gratis Selama Ramadhan
  • 1.160 Pos Kamling Beroperasi di Medan Sepanjang 2025

Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang itu menjelaskan anggapan bahwa makan karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur membuat tubuh lebih kuat tidak sepenuhnya tepat. Justru, asupan karbohidrat berlebih dapat meningkatkan produksi hormon insulin secara berlebihan.

Ia mengatakan lonjakan insulin yang tinggi dapat mendorong lebih banyak glukosa masuk ke dalam sel dan menjadi cikal bakal penumpukan kalori dalam bentuk lemak tubuh. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga berdampak pada kerja ginjal. Ginjal akan menyaring darah yang mengandung glukosa dalam kadar tinggi sehingga beban filtrasi meningkat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Semakin tinggi dan semakin kental darah dengan glukosa, semakin berat beban ginjal melakukan filtrasi,” ujar ahli gizi yang memperoleh gelar Magister Gizi dan Kesehatan di Universitas Gadjah Mada itu.

Rita menambahkan konsumsi karbohidrat berlebihan saat sahur juga dapat menimbulkan rasa lelah dan mengantuk setelah makan. Kondisi ini terjadi karena tubuh harus bekerja lebih keras dalam proses metabolisme serta akibat fluktuasi kadar gula darah.

Ketua konsultan menu SEA Games pada 2012 tersebut menyarankan masyarakat untuk memilih karbohidrat kompleks dalam jumlah secukupnya serta memperbanyak sayur dan protein rendah lemak saat sahur.

“Yang diutamakan sayur dan protein rendah lemak. Karbohidrat secukupnya saja,” katanya.

Bagi masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan, Rita menyarankan sumber karbohidrat dapat diperoleh dari buah seperti pisang atau umbi-umbian seperti kentang rebus dalam porsi terbatas. Dengan pola sahur yang seimbang, sahur tetap memenuhi kebutuhan energi tanpa memberi beban berlebih pada organ tubuh selama menjalani puasa.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
24 PSU Diserahkan: Rp371 Miliar Resmi Jadi Aset Pemkot
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Forum Jupnas Gizi Indonesia Bangun Jaringan MBG TV, Bisa Diakses di 13 Provinsi
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari ini 21 Februari 2026
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
7 Fakta Menarik Eks LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang Menghina WNI, Berawal dari Status Anak Jadi WNA
• 3 jam laluharianfajar
thumb
STY Percaya John Herdman Bisa Bawa Timnas Indonesia ke Arah Positif
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.