Sempat Turun, Penjualan Mobil Pikap Menguat dan Sumbang 13 Persen Pangsa Pasar

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penjualan mobil niaga segmen pikap di Indonesia sempat mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir, seiring pelemahan daya beli dan perlambatan sektor logistik pascapandemi.

Namun tren itu mulai berbalik pada 2025. Data penjualan ritel Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan pikap khususnya segmen dengan Gross Vehicle Weight (GVW) di bawah 5 ton mencapai 110.574 unit.

"Kalau kita lihat di total truck dan commercial, trennya naik. Pikap medium naik, pikap low juga naik. Jadi ada beberapa hal di komersial yang mendukung pertumbuhan ini. Sekarang banyak pemain online yang mengelola logistiknya sendiri, termasuk untuk mendukung program seperti free ongkir. Mereka berinvestasi langsung ke pengadaan kendaraan logistik," terang Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani di Jakarta, Kamis (12/2).

Capaian tersebut naik dibanding 2024 yang berada di angka 103.893 unit. Kenaikan tersebut juga tercermin dari kontribusi pasar yang kembali menguat dari sebelumnya di 2024 sebesar 11,7 persen, menjadi 13,3 persen terhadap total penjualan mobil nasional.

Jika menilik ke belakang, performa segmen pikap sebenarnya sempat berada di level yang cukup solid pada 2021. Pada tahun tersebut, penjualan mencapai 137.696 unit dengan pangsa pasar 15,9 persen. Angka tersebut mencerminkan peran besar dalam menopang mobilitas sektor berbagai usaha.

Tren positif masih berlanjut pada 2022, ketika penjualan naik tipis menjadi 139.065 unit. Namun, meski volumenya meningkat, kontribusinya terhadap pasar justru turun menjadi 13,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan segmen lain, terutama SUV dan MPV, mulai lebih agresif, sehingga porsi pikap dalam total penjualan nasional sedikit tergerus.

Memasuki 2023, tekanan terhadap segmen pikap mulai terasa lebih kuat. Penjualan turun menjadi 124.052 unit dengan pangsa pasar 12,4 persen. Perlambatan ekonomi di sejumlah sektor, kenaikan harga bahan baku, serta pengetatan pembiayaan kendaraan menjadi beberapa faktor yang memengaruhi minat beli konsumen, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

Kondisi tersebut berlanjut hingga 2024, yang menjadi titik terendah dalam periode lima tahun terakhir. Penjualan pikap turun ke level 103.893 unit, dengan kontribusi hanya 11,7 persen. Pada fase ini, banyak pelaku usaha menahan ekspansi armada, memilih memaksimalkan kendaraan yang sudah ada, serta lebih berhati-hati dalam mengambil kredit kendaraan baru.

Di Indonesia, segmen pikap GVW di bawah 5 ton didominasi oleh model-model niaga ringan yang sudah lama dikenal masyarakat. Di kelas pikap kecil, terdapat Suzuki Carry Pick Up, Daihatsu Gran Max Pick Up, dan Wuling Formo Max yang banyak digunakan oleh pedagang, jasa pengiriman, dan usaha mikro.

Sementara di kelas yang sedikit lebih besar yakni medium, ada Mitsubishi L300, Isuzu Traga, Toyota Hilux Rangga, dan DFSK Super Cab yang mengandalkan daya angkut lebih besar untuk kebutuhan distribusi antarkota dan sektor agribisnis.

Selain model niaga murni, segmen ini juga diisi oleh pikap lain seperti Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, hingga Isuzu D-Max, meski volumenya relatif kecil dan lebih banyak menyasar pasar fleet, pertambangan, serta penggunaan personal. Kehadiran berbagai model tersebut membuat pasar pikap di bawah 5 ton tetap kompetitif dan beragam, baik dari sisi harga maupun fungsi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelar Sertijab Dirut, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Kukuhkan Estafet Transformasi
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Pengendara Motor Tergeletak di Jalanan Bogor Usai Tabrak Trotoar
• 2 jam laludetik.com
thumb
Jangan Sampai Tertipu di Pasar, Begini Cara Bedakan Ayam Segar, Tiren, hingga Berformalin Buat Menu Sahur dan Buka Puasa
• 36 menit lalugrid.id
thumb
Tangis Nelayan karena Anak Dituntut Hukuman Mati di Batam: Mohon Dibebaskan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Ruben Onsu Kurangi Job, Pilih Fokus Jalani Ibadah Ramadan
• 1 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.