Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026, menyusul laporan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Ramadan.
Sidak dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok dijual sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Amran mengatakan, setelah menerima laporan kenaikan harga ayam dan bawang putih, pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran kepolisian.
“Kami langsung telepon Kapolda, Dirkrimsus, dan Kapolres. Harga ayam yang sempat naik Rp40 ribu per kilogram langsung turun menjadi Rp25 ribu,”ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik permainan harga, terutama pada bulan suci Ramadan. Menurutnya, pengawasan dilakukan bersama aparat penegak hukum dari tingkat Mabes hingga Polres setempat.
Saat sidak, harga bawang putih yang sebelumnya dilaporkan menembus Rp60 ribu per kilogram, tercatat turun menjadi Rp38 ribu atau di bawah HET.
“Alhamdulillah sudah di bawah Rp40 ribu. Kami apresiasi pengusaha yang patuh,”jelasnya.
Namun, pelanggaran ditemukan pada penjualan minyak goreng rakyat merek MinyaKita. Produk yang seharusnya dijual Rp15.700 per liter itu ditemukan dijual Rp19.000 per liter.
“Ini harus diproses hukum dan unit usahanya disegel. Tapi pengecer kecil jangan disalahkan, ini akan ditelusuri sampai distributor dan perusahaannya,” tegas Amran.
Ia bahkan membeli dua kemasan MinyaKita sebagai barang bukti untuk proses penelusuran lebih lanjut.
Amran menekankan pemerintah tidak bermaksud menghambat pelaku usaha, namun seluruh pihak diminta menaati regulasi demi melindungi masyarakat.
“Kami tidak ingin mengganggu pengusaha. Silakan cari rezeki, tapi jangan merugikan rakyat yang sedang menjalankan ibadah puasa,”ucapnya.
Ia memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi, termasuk beras dan minyak goreng. Pemerintah juga akan terus menggencarkan operasi pasar dan pengawasan ketat di berbagai daerah.
“Operasi pasar terus berjalan. Ada laporan harga naik, langsung ditindak. Tidak ada alasan minyak goreng naik di dalam negeri,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





