Bocah di Sukabumi Tewas Penuh Luka hingga Melepuh, Polisi Selidiki Dugaan KDRT

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita

SUKABUMI, iNews.id – Kasus bocah tewas penuh luka bakar dan tubuh mengguncang warga Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kematian tragis anak laki-laki tersebut memunculkan dugaan menjadi korban penganiayaan ibu tiri.

Peristiwa memilukan ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menegaskan pihaknya bergerak cepat menelusuri kasus bocah Sukabumi tewas penuh luka tersebut. Polisi juga mendalami dugaan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pagi ini dilakukan autopsi untuk memastikan dugaan yang berkembang, termasuk narasi KDRT. Kami masih menunggu hasil autopsi,” ujar AKP Hartono, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, seluruh informasi yang beredar masih bersifat dugaan. Kepolisian meminta publik menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi.

Sebelumnya, publik dihebohkan oleh beredarnya video kondisi korban saat kritis di RSUD Jampangkulon. Dalam rekaman tersebut, wajah bocah itu tampak lebam dengan kedua mata membiru.

Selain itu, terlihat luka terbuka di bagian paha yang disebut-sebut menyerupai bekas siraman air panas. Isu yang berkembang bahkan menyebut korban sempat dipaksa meminum air panas.

Namun, polisi menegaskan seluruh dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Aparat menunggu bukti medis untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Dalam rekaman terlihat momen sang ayah mendampingi anaknya dalam kondisi kritis yang menyentuh hati publik. Dia terus menggenggam tangan putranya sambil memberi semangat.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa untuk proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian. Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Kepolisian menegaskan penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan transparan. Publik diminta memberi ruang bagi penyidik bekerja.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Agama Turut Serta dalam Mengatasi Persoalan Sampah
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Semarang Hari Ini 21 Februari 2026
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Dalami 32 Kasus Pasar Modal, Targetkan Influencer Saham?
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perpanjangan Hak Operasi Tambang di Papua Tengah, Freeport Investasi USD 20 Miliar
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
• 9 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.