OpenAI Siapkan Belanja Komputasi USD600 Miliar, IPO Bidik Valuasi USD1 Triliun

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pendapatan OpenAI pada 2025 mencapai USD13 miliar, melampaui proyeksi sebelumnya sebesar USD10 miliar.

OpenAI Siapkan Belanja Komputasi USD600 Miliar, IPO Bidik Valuasi USD1 Triliun. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – OpenAI menargetkan total belanja komputasi (compute spend) sekitar USD600 miliar hingga 2030 sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Langkah agresif ini disebut menjadi fondasi menuju penawaran umum perdana saham (IPO) yang berpotensi mendongkrak valuasi perusahaan hingga USD1 triliun.

Mengutip Reuters, Sabtu (21/2/2026), sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan bahwa pendapatan OpenAI pada 2025 mencapai USD13 miliar, melampaui proyeksi sebelumnya sebesar USD10 miliar. Di sisi lain, belanja perusahaan tercatat USD8 miliar, lebih rendah dari target USD9 miliar.

Baca Juga:
OpenAI Tuduh DeepSeek Jiplak Model AI Buatan AS

Ekspansi ini terjadi di tengah rencana Nvidia yang hampir merampungkan investasi senilai USD30 miliar ke OpenAI. Investasi tersebut merupakan bagian dari putaran pendanaan baru yang ditargetkan menghimvpun lebih dari USD100 miliar, yang berpotensi mengerek valuasi OpenAI menjadi sekitar USD830 miliar, salah satu penggalangan dana swasta terbesar dalam sejarah.

Perusahaan yang dipimpin Sam Altman dan didukung Microsoft itu juga diproyeksikan meraup pendapatan kumulatif lebih dari USD280 miliar hingga 2030. Pendapatan tersebut disebut akan terbagi hampir seimbang antara segmen konsumen dan enterprise.

Baca Juga:
Nvidia, Microsoft, dan Amazon Akan Investasi Rp1.000 Triliun di OpenAI

Altman sebelumnya menyatakan komitmen OpenAI untuk menggelontorkan hingga USD1,4 triliun guna membangun kapasitas komputasi sebesar 30 gigawatt, setara dengan kebutuhan listrik sekitar 25 juta rumah di Amerika Serikat. Investasi ini menjadi krusial untuk menopang pengembangan dan operasional model AI generasi terbaru.

Namun, di balik lonjakan pendapatan, beban operasional juga meningkat tajam. Laporan The Information menyebutkan biaya operasional untuk menjalankan model AI atau inference melonjak empat kali lipat sepanjang 2025.

Baca Juga:
SoftBank Cetak Laba 4 Kuartal Beruntun Berkat Investasi di OpenAI

Kenaikan biaya tersebut menekan margin laba kotor disesuaikan (adjusted gross margin) OpenAI menjadi 33 persen pada 2025, turun dari 40 persen pada 2024. Meski demikian, ekspansi infrastruktur dan pendanaan jumbo dinilai memperkuat posisi OpenAI dalam persaingan industri AI global yang kian kompetitif.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Arti Mimpi Menjadi Lebih Muda, Tanda Rindu Masa Lalu atau Ketakutan Menua?
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Jangan Salah Ya! 5 Menu Ini Baiknya Tidak Asal Dipanaskan Buat Sahur
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Jalur Jonggol Direkomendasikan Untuk Dilalui Pemudik
• 23 menit lalutvonenews.com
thumb
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Jakbar, 18 Kg Ganja Disita
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.