Menlu Sebut Rencana BoP Kirim Pasukan Perdamaian Direstui Palestina

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan pengiriman pasukan perdamaian yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) telah diketahui dan mendapatkan restu Palestina.

Pasalnya, perwakilan Palestina juga hadir dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, AS.

"Oh, kemarin juga ada kan Palestina kan. Kemarin Prof. Dr. Ali Saad ada di sana sebagai perwakilan Palestina yang juga merupakan apa istilahnya Chairman ya? Chairman of NCAG ya, National Committee on Administration of Gaza," kata Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, AS, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2025).

Baca juga: Menlu Ungkap Alasan RI Jadi Wakil Komandan ISF: Pasukan Terbanyak Diberi Kehormatan

Ia pun menyimpulkan, Palestina sudah paham dan sudah tahu dengan situasi yang terjadi.

Terlebih, pemerintah Indonesia telah menyampaikan national caveats atau batasan nasional dalam pelaksanaan mandat tersebut, termasuk tidak terlibat dalam operasi tempur ofensif.

Pasukan Indonesia hanya akan melakukan tindakan defensif dalam rangka mempertahankan diri apabila menghadapi ancaman langsung.

"Jadi Palestina juga sudah ada di sana, sudah tahu, sudah paham. Kemudian kita juga sudah menyampaikan National Caveats kita, begitu kan. Jadi semuanya sudah terlibat," beber Sugiono.

Menurut Sugiono, batasan itu sejalan dengan keinginan Palestina.

Ali Saad menyebut, Palestina membutuhkan situasi yang aman dan stabil.

Baca juga: Board of Peace Mulai Bergerak, Dino Patti Djalal Nilai Prosesnya Masih Penuh Risiko

"Oh iya (mereka agree), kemarin kan sudah disampaikan. Karena yang pertama disampaikan juga oleh Ali Saad kemarin bahwa yang pertama mereka butuhkan adalah situasi yang aman dan stabil," ungkap dia.

Intinya kata Sugiono, pasukan Indonesia tidak akan melakukan operasi militer di Palestina.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pasukan ini bakal terlibat dalam menciptakan gencatan senjata (ceasefire) dan perdamaian.

"Kemudian menciptakan suasana yang aman dan stabil, baru tahap-tahap berikutnya itu bisa dilakukan. Dan itu juga kemarin (dalam KTT BoP) sudah disampaikan," tandas Sugiono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Sugiono Ungkap Isi Pertemuan dengan Secretary of State
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Tarif 10% AS: Respons Indonesia, Korsel, hingga Negara-negara Eropa
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Strategi Branding Kreatif Jadi Motor Baru Ekonomi Indonesia di Era Nilai Tambah
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
YLBHI Kecam Tindakan Brutal Oknum Brimob di Tual, Desak Pelaku Diproses Pidana
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Bertemu Presiden Prabowo, 12 CEO Global Soroti Kepastian Hukum di Indonesia
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.