Tarif 10% AS: Respons Indonesia, Korsel, hingga Negara-negara Eropa

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pemerintah di berbagai belahan dunia merespons dengan hati-hati setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

Sejumlah negara menegaskan kembali komitmen pada perjanjian yang sudah ada, sedangkan lainnya memilih menunggu dan melihat langkah lanjutan Washington.

Dalam putusan 6-3 pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat, Mahkamah menyatakan penggunaan Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) oleh Trump untuk mengenakan tarif resiprokal terhadap puluhan mitra dagang tidak sah.

Namun, tak lama setelah putusan tersebut, Trump mengumumkan rencana penerapan tarif global 10% atas barang impor menggunakan dasar hukum berbeda, yakni Section 122 Trade Act of 1974, yang memberi kewenangan presiden memberlakukan tarif secara unilateral selama maksimal 150 hari.

“Kami akan melangkah maju, kami akan bisa mengumpulkan lebih banyak uang dan tidak akan ada lagi keraguan,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dilansir dari Bloomberg, Sabtu (21/2/2026).

Respons Korea Selatan hingga Indonesia

Pemerintah Korea Selatan menyatakan putusan tersebut membatalkan tarif resiprokal 15% yang selama ini dikenakan pada produknya. Meski begitu, Seoul menegaskan akan tetap melanjutkan pembicaraan terkait implementasi perjanjian dagang tahun lalu.

Baca Juga

  • Kejutan Tarif 10% AS, Prabowo Minta Kajian Menyeluruh
  • Tarif Global AS Dibatalkan, Airlangga Pastikan Kesepakatan Dagang RI Tetap Berlaku
  • Respons Tarif 10% AS, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Sementara itu, Indonesia yang baru merampungkan kesepakatan dagang pada Kamis dengan pengenaan bea 19% atas ekspor ke AS, menyatakan tengah memantau putusan pengadilan dan langkah lanjutan Trump terkait tarif global 10%.

Di kawasan Eropa, parlemen Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk mengevaluasi kembali proses ratifikasi perjanjian dagang dengan AS, yang sebelumnya menghadapi tarif resiprokal 15%.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pihaknya akan menyesuaikan langkah sesuai perkembangan.

“Kami akan melihat dengan saksama konsekuensinya dan beradaptasi. Jika ini membantu meredakan situasi, maka itu hal yang baik. Kita perlu fokus menenangkan situasi di tingkat internasional,” ujar Macron kepada wartawan di Paris.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan penghapusan tarif merupakan kabar baik, meskipun ia menilai tidak akan ada perubahan besar secara langsung.

Inggris, Meksiko, dan Kanada Ambil Sikap Hati-hati

Pemerintah Inggris, yang sebelumnya dikenakan tarif resiprokal terendah sebesar 10%, menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintahan AS untuk memahami dampak putusan tersebut terhadap hubungan bilateral.

Di Amerika Utara, Meksiko dan Kanada tidak dikenakan tarif global 10% baru karena pengecualian terhadap sejumlah barang dalam kerangka USMCA tetap dipertahankan. Meski demikian, perjanjian tersebut dijadwalkan untuk ditinjau ulang tahun ini.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pemerintahannya akan menelaah lebih lanjut.

“Kami akan meninjau resolusi ini dengan hati-hati dan dengan senang hati akan menyampaikan pandangan kami,” ujarnya.

Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard juga menyerukan kehati-hatian dan mengingatkan bahwa lebih dari 85% ekspor Meksiko ke AS saat ini tidak dikenakan tarif.

Brasil dan India Tunggu Perkembangan

Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin mengatakan negosiasi dengan AS akan terus berjalan, termasuk pada isu non-tarif seperti pusat data dan mineral strategis.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva bahkan telah membahas putusan tersebut dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pertemuan bilateral di New Delhi.

Keduanya sepakat untuk mempelajari implikasi keputusan tersebut dan menunggu perkembangan lebih lanjut, meski belum membahas koordinasi langkah bersama terkait tarif AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Sepekan Menghijau, Kapitalisasi Pasar Capai Rp14.941 Triliun
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KKB Pimpinan Aibon Kogoya Menyerang Pos Tambang Emas PT Kristalin di Nabire, Dua Orang Dilaporkan Tewas Dibakar
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Cara Mudah Cek NIK KTP Dipakai Orang Buat Pinjol atau Tidak
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tito Tekankan Pentingnya Dukungan Kementan Kebut Pemulihan Sawah di Aceh
• 6 jam laludetik.com
thumb
Viral di Maya, Dangkal di Makna: Jebakan Dakwah dalam Algoritma
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.