BI: Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2025 Surplus USD6,1 Miliar

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 membaik sehingga mendukung ketahanan eksternal. Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan barang di tengah neraca jasa dan pendapatan primer yang mengalami defisit.

Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. "Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan IV 2025 mencatat surplus sebesar USD6,1 miliar," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers, Sabtu, 21 Februari 2026.

Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan IV 2025, transaksi berjalan mencatat defisit sebesar USD2,5 miliar atau setara 0,7 persen dari PDB, setelah pada triwulan III 2025 mencatat surplus sebesar USD4,0 miliar (1,1 persen dari PDB). Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi domestik. Defisit neraca jasa juga tercatat lebih tinggi disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV 2025 dibandingkan dengan kondisi pada triwulan III 2025. Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen di akhir tahun. Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Transaksi modal dan finansial mencatat surplus. Neraca transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar USD8,3 miliar pada triwulan IV 2025, setelah pada triwulan III 2025 mencatatkan defisit sebesar USD8,0 miliar. Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia.

"Investasi portofolio mencatat surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri," jelas Denny.
  Baca juga: Capai USD154,6 Miliar, BI: Cadangan Devisa Indonesia di Januari 2026 Tetap Tinggi

(Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: MI/Ramdani)
  Ketahanan sektor eksternal tetap terjaga
Secara keseluruhan 2025, perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi berjalan 2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar USD1,5 miliar (0,1 persen dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit 2024 sebesar USD8,6 miliar (0,6 persen dari PDB). Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur.

Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa telekomunikasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi.

Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen. Transaksi modal dan finansial 2025 mencatat defisit sebesar USD4,2 miliar didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi sepanjang 2025.

Posisi cadangan devisa meningkat dari USD155,7 miliar pada akhir Desember 2024 menjadi USD156,5 miliar pada akhir Desember 2025. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal.

"Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9 persen sampai dengan 0,1 persen dari PDB," kata Denny.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
13 WNA China di Event “Celebrity Portrait” Dideportasi karena Langgar Visa
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Athletic Bilbao vs Elche: Guruzeta Beri Kemenangan untuk Tuan Rumah
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Komisi II DPR Cari Solusi Tumpang Tindih Tanah Ulayat dan Aset Negara di Sumatera Barat
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Gokil! Harga Emas Antam Melejit Rp68.000, Kini Tembus Rp3.012.000 per Gram
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Bonus ASEAN Para Games setara SEA Games, Menpora: Sudah diajukan
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.