Benarkah Olahraga saat Puasa Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Dokter

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Banyak orang memanfaatkan momen Ramadhan untuk menurunkan berat badan. Salah satu strategi yang kerap dilakukan adalah berolahraga menjelang berbuka puasa dengan harapan lemak lebih cepat terbakar. Namun, benarkah olahraga saat puasa efektif menurunkan berat badan?

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Pondok Indah, dr. Risky Dwi Rahayu, menjelaskan bahwa strategi tersebut memang memiliki dasar ilmiah, tetapi harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Baca Juga :
Pasang ‘Tameng Digital’ saat Ramadhan
Puasa Ramadhan Tanpa Bau Mulut, Begini Cara Menjaga Napas Tetap Segar Seharian

Menurut dr. Risky, menjelang waktu berbuka puasa, cadangan gula dalam tubuh umumnya sudah menipis sehingga tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.

“Jadi menjelang buka puasa, mumpung lemaknya, gulanya udah habis nih, jadi mungkin lemaknya ya nanti yang akan terbakar gitu sebagai sumber energi. Jadi itu benar, bisa jadi benar, karena ya itu, tubuh kita udah nggak punya cadangan gula lagi gitu ya. Jadi lemak adalah sumber makanan yang pertama,” ujarnya dalam tanya jawab bersama media secara daring pada Rabu, 19 Oktober 2026. 

Meski demikian, ia menekankan bahwa intensitas olahraga menjadi faktor kunci. Jika dilakukan terlalu berat, justru bukan hanya lemak yang terbakar, tetapi juga massa otot.

“Kalau misalkan sudah ngos-ngosan, yang dibakar bukan lemak lagi, pasti ada ototnya yang kebakar. Jadi itu justru ada resikonya,” ujarnya lagi. 

Karena itu, olahraga dengan intensitas sedang lebih dianjurkan. Tanda paling sederhana adalah masih bisa berbicara dalam satu kalimat panjang, tetapi tidak mampu bernyanyi saat berolahraga. Durasi idealnya berkisar 30–60 menit agar pembakaran lemak tetap optimal tanpa meningkatkan risiko cedera atau kehilangan massa otot.

Selain olahraga, pola makan saat sahur dan berbuka juga menentukan keberhasilan penurunan berat badan. dr. Risky menjelaskan bahwa komposisi gizi tetap harus seimbang.

“Misalnya, karbohidrat sebagai sumber energi, itu harus ada. Kemudian, protein itu juga harus tetap ada. Dan juga lemak yang sehat terutama itu juga harus ada,” jelasnya. 

Ia juga menyarankan memilih karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama serta memastikan asupan protein berkualitas sekitar 20–30 gram per kali makan untuk menjaga massa otot.

Baca Juga :
Azan Menggema di Markas Liverpool, Netizen Ubah YNWA Jadi You’ll Nothing Without Allah
Tidur Seharian Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan? Ini Hukum dan Penjelasan Lengkapnya
10 Amalan di 10 Hari Pertama Ramadhan yang Dianjurkan, Raih Rahmat dan Keberkahan Mulai Sekarang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan di Nusantara, Menag Tekankan Peran Masjid IKN sebagai Simbol Persatuan
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina Bakal Impor Migas Rp253,3 Triliun dari AS Lewat Tender Terbuka
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis Penjara Seumur Hidup
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Kejagung Pamer Uang Triliunan Sitaan Korupsi Dinilai Bentuk Transparansi
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Tes Kepribadian: Otak atau Tangan yang Pertama Kamu Lihat? Bisa Ungkap Prioritas dalam Hidup
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.