Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) membeberkan bahwa pemesanan kamar yang dilakukan oleh wisatawan di menit terakhir atau last minute booking dapat mempengaruhi capaian okupansi hotel pada waktu tertentu.
"Di era sekarang itu memang agak sedikit rumit untuk memprediksi dari sisi reservasi, karena lonjakan (keterisian kamar) itu bisa terjadi di menit-menit terakhir (last minutes)," kata Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran seperti dikutip dari Antara.
Yusran mengatakan banyak masyarakat pada masa kini memilih menempuh jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi. Fenomena itu menjadi salah satu faktor terjadinya kepadatan perjalanan.
Kepadatan yang diakibatkan oleh lonjakan kunjungan itu umumnya terjadi lintas provinsi, sehingga wisatawan biasanya baru akan membuat perencanaan pada menit-menit terakhir sambil membandingkan berbagai harga serta fasilitas dalam platform reservasi digital.
"Ini berbeda dengan yang menggunakan transportasi udara, di mana mereka sudah lebih dulu harus membuat rencana perjalanan di awal, sehingga karena mereka sudah membeli tiket, mereka ingin ke mana akan lebih terencana," katanya.
Terkait dengan adanya kemungkinan pembatalan pemesanan, Yusran mengaku bahwa pihak hotel pasti sudah memiliki skema atau regulasi soal pembatalan reservasi kamar.
"Saat ini wisatawan tinggal membuka berbagai platform dan membandingkan, mereka melihat fasilitas termasuk harganya mereka bisa cepat memutuskan hanya dengan beberapa menit. Jadi ini tidak menyulitkan dan justru hotel dengan platform digital tersebut kan juga bisa bermain dengan promonya," tambahnya.
Dia menyampaikan berbagai paket menarik yang ditawarkan oleh hotel dapat mengubah pandangan wisatawan untuk melakukan reservasi.
Di sisi lain, pemesanan kamar yang dilakukan terlebih dahulu dinilainya menjadi hal yang baik untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan mendadak baik terhadap permintaan kamar maupun harga yang ditawarkan hotel pada waktu tersebut.





