Setiap anak memiliki tahapan tumbuh kembang yang berbeda. Ada yang merangkak cukup lama sebelum berjalan, ada juga yang hanya sebentar, bahkan tampak seperti “melewati” fase merangkak.
Kondisi ini kerap membuat orang tua khawatir. Lalu, apakah fase merangkak yang singkat berbahaya? Benarkah bisa menjadi tanda autisme?
Apakah Bayi atau Balita yang Hanya Sebentar Merangkak Itu Normal?Merangkak merupakan bagian dari perkembangan motorik kasar. Fase ini membantu memperkuat otot tangan dan kaki, meningkatkan keseimbangan, serta melatih koordinasi tubuh sebelum si kecil berjalan.
Menurut dokter spesialis anak, dr. Herbowo Soetomenggolo, Sp.A(K), fase merangkak yang singkat belum tentu memandakan terjadi masalah perkembangan, Moms.
“Meski proses merangkaknya hanya sebentar tapi kalau ia sudah bisa merembet dan akhirnya berjalan, ini umumnya masih aman,” ujar dr. Herbowo kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Artinya, selama bayi atau balita menunjukkan progres perkembangan yang bertahap, misalnya bisa duduk, merembet (cruising), berdiri, lalu berjalan. Fase merangkak yang singkat biasanya masih dalam batas normal.
“Memang, pada beberapa anak berkebutuhan khusus, fase merangkak sering kali tidak terjadi. Tetapi penting untuk diingat, tidak semua anak yang tidak merangkak otomatis mengalami autisme atau gangguan perkembangan lainnya,” jelasnya.
Jadi, evaluasi tidak hanya berdasarkan satu milestone motorik saja, tetapi harus dilakukan secata menyeluruh.
Hal yang Perlu Diperhatikan Orang TuaDalam memantau tumbuh kembang anak, perhatikan beberapa hal ini:
Adanya progres bertahap pada kemampuan motorik kasar
Kekuatan dan koordinasi tubuh yang semakin baik
Respons sosial dan komunikasi yang sesuai usia
Anak menunjukkan minat untuk bergerak dan mengeksplorasi sekitarnya
Jika si kecil tidak menunjukkan progres, tampak kaku, lemas, atau ada kekhawatiran pada aspek sosial dan komunikasi, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk dievaluasi lebih lanjut.




