TANAHBUMBU (Realita)- Warga RT 02 Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu mendadak gempar pada Kamis (19/2/2026) pagi.
Sebuah gudang bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan ludes dilalap si jago merah.
Baca juga: Kebakaran Dahsyat di Karubaga Tolikara, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal Dalam Sekejap
Tak hanya bangunan, kobaran api juga menghanguskan satu unit rumah, satu unit mobil pickup, serta menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, melalui Posko Damkar Angsana mengonfirmasi peristiwa tersebut.
Informasi kebakaran pertama kali masuk ke Posko Damkar Angsana sekitar pukul 07.20 WITA melalui laporan warga bernama H. Uznie Ahmad.
"Petugas langsung bergerak cepat. Response time sekitar 10 menit, tim sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan," ujar Syaikul Ansyari dalam laporan resminya.
Berdasarkan investigasi awal, api diduga berasal dari korsleting listrik.
Percikan api tersebut dengan cepat menyambar material mudah terbakar di lokasi, terutama pada area gudang BBM.
Adapun rincian objek yang terbakar meliputi, Gudang BBM ukuran 6x6 meter, rumah tinggal ukuran 5x10 meter, dan 1 unit mobil pickup.
Akibat kejadian ini, kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Baca juga: Terdakwa Pembakaran Polsek Dituntut 6 Bulan Penjara, Jaksa Pertimbangkan Masa Depan Pendidikan
Selain kerugian harta benda, terdapat dua orang korban yang dilaporkan mengalami luka-luka, salah satunya teridentifikasi bernama Amiruddin.
Upaya pemadaman berlangsung dramatis selama kurang lebih 25 menit.
Satu unit mobil Damkar dari Posko Angsana dibantu oleh unit pemadam dari sektor swasta untuk menjinakkan api agar tidak merembet lebih luas.
"Kami dibantu oleh 2 unit mobil pemadam dari PT. BIB, 1 unit mobil tangki PT. DSP, serta gotong royong warga setempat," tambahnya.
Api akhirnya dinyatakan benar-benar padam (aman terkendali) pada pukul 07.55 WITA.
Baca juga: Kebakaran Dahsyat Hongkong, Disnaker Cari PMI Ponorogo Jadi Korban
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah dalam tahap pendinginan.ja
Editor : Redaksi



