Tiga Bulan Belum Kunjung Surut, Banjir di Lamongan Dapat Perhatian Kusus BNPB

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Lamongan, tvOnenews.com - Banjir akibat Luapan Sungai Bengawan Jero yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan, sudah hampir tiga bulan terakhir, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Meski berbagai upaya darurat dilakukan pemerintah, genangan air masih bertahan di permukiman dan lahan pertanian serta sawah tambak warga.

Hingga saat ini lima kecamatan di wilayah Bengawan Jero Lamongan masih tergenang banjir, yaitu Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, serta kecamatan Glagah.

Banjir sempat surut pada awal Februari yang hanya beberapa sentimeter. Namun kini kembali naik lantaran intensitas curah hujan tinggi masih terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan. Ketinggian banjir saat ini masih bervariatif mulai dari 40 hingga 60 sentimeter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan perhatian khusus terhadap bencana ini. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan turun pada Jumat (20/02) meninjau lokasi terdampak bersama Bupati Lamongan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik banjir, termasuk Dusun Mluke, serta menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga.

“Kami ingin persoalan banjir di Lamongan bisa terselesaikan. Yang paling penting adalah menambah pompa dan mengoptimalkan pompanisasi agar air segera teratasi,” ujar Mayjen TNI Budi Irawan.

Saat ini, sebanyak 15 unit pompa telah beroperasi di lapangan, ditambah dua unit lainnya. Setiap pompa bekerja rata-rata 14 jam per hari dengan kapasitas sekitar 549 liter per detik. BNPB juga akan menambah satu unit pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik, lima unit perahu, serta tenda darurat. Namun hingga kini, ketinggian air masih terpaut sekitar 66 sentimeter sehingga belum dapat mengalir keluar secara optimal.

Sementara Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengakui bahwa dalam kondisi saat ini, pompanisasi menjadi langkah paling memungkinkan.

“Langkah yang bisa kita lakukan sekarang adalah pompanisasi, karena cara lain dampaknya kurang efektif untuk mempercepat penurunan debit air,” jelasnya.

Banjir di kawasan Bengawan Jero sendiri merupakan fenomena tahunan. Seluruh aliran air dari 15 kecamatan bermuara ke satu titik pembuangan, sementara pintu air Kuro belum dapat dibuka akibat tingginya debit air Sungai Bengawan Solo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Perpanjang Kerja Sama dengan ExxonMobil hingga 2055
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ciptakan Generasi Qur’ani Sejak Dini, TP-PKK Luwu Utara Gelar Gebyar Ramadan Anak
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Foto: Desa yang Tertimbun Longsor di Kabupaten Bener Meriah
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
Pengguna Angkutan Umum Mudik Lebaran di Jatim Diproyeksi Meningkat Jadi 7,7 Juta Orang
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab Angkatan 4 Kemenag, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.