Alarm untuk Mobil Murah, First Car Buyer Kini Datang dari Segmen Atas

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Di tengah tekanan pasar otomotif nasional, segmen pembeli mobil pertama atau first car buyer disebut masih bertahan. Namun, profil konsumennya mulai berubah. Jika sebelumnya didominasi pembeli entry level, kini pertumbuhannya justru datang dari kelompok dengan daya beli lebih tinggi.

Direktur Pemasaran dan Komunikasi Korporasi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani mengatakan, berdasarkan survei internal perusahaan, first car buyer tetap ada di pasar. Hanya saja, segmen yang bergerak bukan lagi kelompok paling bawah.

Baca Juga :
Impor Pikap India Bisa Perparah Tekanan Pabrikan RI
Genesis Siapkan Peluncuran di Indonesia

“Apakah ada first car buyer? Ada. Tapi first car buyernya adalah high-end first car buyer,” ujar Sri Agung di Jakarta belum lama ini. 

Menurut dia, kondisi ekonomi membuat struktur kelas menengah mengalami tekanan. Beberapa sektor industri seperti tekstil, sepatu, hingga rokok disebut mengalami perlambatan sejak semester kedua tahun lalu. Dampaknya terasa pada kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki pendapatan tetap, namun kini masuk kategori rentan.

Situasi tersebut memengaruhi dua hal utama dalam pembelian kendaraan, yakni daya beli dan daya bayar. Bukan hanya keputusan membeli mobil baru yang tertunda, tetapi juga kemampuan mencicil bagi konsumen yang sudah memiliki kendaraan.

Kondisi ini membuat segmen entry level menjadi yang paling terdampak. Penjualan di kelas harga bawah, termasuk MPV low dan sebagian SUV medium, disebut mengalami tekanan dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, ADM menyebut pasar tetap menunjukkan pergerakan di kelompok yang lebih mapan. Konsumen yang baru membeli mobil pertama dari kalangan menengah atas dinilai masih memiliki kepercayaan diri untuk melakukan pembelian.

Daihatsu sendiri selama ini dikenal kuat di segmen mobil terjangkau dan pembeli pertama, termasuk konsumen yang naik kelas dari sepeda motor ke mobil. Sri Agung menegaskan, perusahaan tetap berkomitmen mendukung motorisasi nasional dengan menyediakan produk yang sesuai kebutuhan berbagai lapisan masyarakat.

Namun ia mengakui, dinamika ekonomi saat ini membuat pasar entry tidak sekuat sebelumnya. Karena itu, strategi perusahaan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara penetrasi pasar baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada.

Baca Juga :
Bahagianya Tata dan Mahindra Dapat Rezeki Nomplok dari Indonesia
Ada 2 Mobil Istimewa di Garasi Dirut BPJS Baru Prihati Pujowaskito
BMW Siapkan Mobil SUV Off‑Road Performa Tinggi, Tantang G‑Wagen dan Defender

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Ajak Buruh Jaga Iklim Investasi, Terus Optimalkan Desk Ketenagakerjaan Polri
• 2 jam laludetik.com
thumb
Foto: Warga Terjang Arus Sungai Imbas Jalan Penghubung Desa di Tapsel Terputus
• 35 menit lalukumparan.com
thumb
Jadi Kadis Kominfo Luwu Utara, Andi Zulkarnaen Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, Punya Rekam Jejak Panjang Birokrasi
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Survei Indekstat: 79,2 Persen Masyarakat Puas Kinerja Prabowo-Gibran, Isu Ekonomi Jadi Paling Mendesak Diselesaikan
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.