Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menerbitkan obligasi dengan nilai emisi mencapai Rp2,06 triliun. Dalam rencananya, dana hasil emisi obligasi bakal digunakan untuk menyuntikkan modal kepada dua anak usaha perseroan.
Melansir prospektus, JSMR menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Jasa Marga Tahap III Tahun 2026 melalui empat tenor yang memiliki jangka waktu 3—10 tahun. Besaran kupon yang ditawarkan obligasi ini berada pada kisaran 5,70%—6,75% per tahun.
Diperinci, Seri A bakal diterbitkan dengan target dana terhimpun Rp281,82 miliar. Seri ini menawarkan imbal hasil senilai 5,70% dengan tenor 3 tahun. Sementara itu, Seri B memiliki target dana terhimpun Rp718,17 miliar, dengan imbal hasil 6,15% untuk tenor 5 tahun.
Seri C memiliki target Rp300 miliar, dengan imbal hasil sebesar 6,50% per tahun selama 7 tahun dan Seri D memiliki target Rp767,65 miliar dengan imbal hasil terbesar 6,75% selama 10 tahun.
Imbal hasil obligasi akan dibayarkan perseroan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran imbal hasil obligasi pertama akan jatuh pada 20 Mei 2026 dan pembayaran terakhir akan jatuh pada tanggal 20 Februari sesuai tahun jatuh tempo seri terkait.
Nantinya, sebagian besar dana terhimpun akan digunakan JSMR untuk melakukan penyetoran modal kepada anak usaha PT Jasamarga Japek Selatan (JJS), dengan nilai sebesar Rp1,3 triliun. Besaran nominal itu akan setara dengan 1,3 juta lembar saham JJS dan JSMR akan memiliki 92,32% saham perusahaan tersebut.
Dana yang disuntikkan JSMR akan digunakan JJS sebagai tambahan dana untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan tol Jakarta Cikampek II Selatan. JJS sendiri merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan.
Saat ini, progres pembangunan keseluruhan ruas Jakarta—Cikampek Selatan diklaim telah mencapai 75,78%. Jalan tol tersebut ditargetkan beroperasi secara bertahap, dengan seksi 2 dan 3 pada 2027 dan seksi 1 pada 2031.
”Penyetoran dana kepada JJS akan secara dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan progress konstruksi pada ruas Jakarta Cikampek Selatan dan direncanakan paling lambat pada kuartal IV 2026,” kata manajemen dalam prospektusnya, dikutip Sabtu (21/1/2026).
Sementara itu, sisa dana hasil penawaran umum akan dialokasikan untuk melakukan penyetoran modal sebesar 767.650 lembar saham kepada anak usaha PT Jasamarga Jogja Bawen. Selepas penambahan modal ini, JSMR bakal menggenggam 70,38% saham JJB.
Serupa, nantinya JJB akan menggunakan dana itu sebagai tambahan dana untuk pembangunan ruas jalan tol Jogja Bawen. Penyetoran dana kepada JJB juga akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan progress konstruksi pada ruas Yogyakarta–Bawen dan direncanakan paling lambat pada kuartal IV 2026.
Saat ini, progress pembangunan keseluruhan seksi ruas Yogyakarta–Bawen telah mencapai 16,41%. Jalan tol tersebut dijadwalkan akan beroperasi secara bertahap, yakni seksi 1 dan 6 pada tahun 2026 serta seksi 5 pada tahun 2029.
Adapun penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi ini adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM). Wali amanat penerbitan emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk. (MEGA). Obligasi ini telah mendapatkan rating idAA dari Pefindo.
Masa penawaran umum obligasi ini telah jatuh pada 13 Februari 2026. JSMR menjadwalkan pencatatan emisi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (23/2/2026). Emisi obligasi kali ini merupakan lanjutan dari PUB Obligasi Berkelanjutan III Jasa Marga yang ditargetkan menghimpun dana Rp4 triliun.




