Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60.000 gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026.
“Revitalisasi itu merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penguatan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana,” ujar Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) di Jember, Sabtu (21/2/2026).
Mu’ti menyatakan, pada 2025 pemerintah telah menuntaskan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan capaian 100 persen.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan peserta didik belajar di ruang yang layak, aman, dan bermutu.
Memasuki 2026, proses revitalisasi terus dilanjutkan. Saat ini, sebanyak 11.470 satuan pendidikan telah dialokasikan dalam APBN. Kemendikdasmen juga tengah mengajukan tambahan anggaran untuk 60.000 sekolah lainnya.
Apabila usulan tersebut disetujui, maka total revitalisasi sekolah pada 2026 ditargetkan menembus lebih dari 71.000 satuan pendidikan secara nasional.
“Saya berharap, sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia dapat tersentuh program revitalisasi secara bertahap,” kata Abdul Mu’ti.
Menurut Mu’ti, pelaksanaan revitalisasi 2026 akan menggunakan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah berdasarkan hasil kajian kementerian. Skema ini diharapkan tidak hanya mempercepat perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Material pembangunan akan diprioritaskan dari toko-toko lokal, sementara tenaga kerja melibatkan masyarakat sekitar.
“Material pembangunan diutamakan berasal dari toko-toko setempat dan tenaga kerja melibatkan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, program revitalisasi diharapkan menjadi stimulus ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah. (ant/saf/iss)




