Momen ini sekaligus menandai penutupan seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dalam kalender lunar. Sebelum membahas lebih lanjut soal jadwal dan tradisinya, yuk kenalan dulu dengan Cap Go Meh. Apa Itu Cap Go Meh? Melansir dari laman Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang berarti Malam ke-15. 十五 (Cap Go) sendiri berarti lima belas, sedangkan 冥 (Meh) berarti malam.
Dalam bahasa Mandarin, perayaan ini juga dikenal dengan dua sebutan, yakni 元宵节 (Yuánxiāojié) yang berarti Festival Lampion dan 上元节(Shàngyuánjié) yang berarti Festival Hari Pertama. Perayaan Cap Go Meh juga bertepatan dengan bulan purnama pertama setelah Hari Raya Imlek, karena bulan purnama dalam kalender Tionghoa jatuh pada tanggal ke-15.
Ada beberapa versi mengenai asal-usul perayaan ini. Versi pertama menyebut bahwa Festival Cap Go Meh berasal dari kebiasaan para biksu Buddha yang memasang lampion pada malam ke-15 sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha, yang kemudian diperintahkan oleh Kaisar Han Ming Di untuk dilakukan di seluruh kuil, rumah tangga, dan istana. Versi lainnya mengisahkan legenda Kaisar Giok yang berhasil diperdaya oleh rakyatnya.
Saat itu, warga memasang lampion agar desa mereka tampak seperti telah terbakar, sehingga terhindar dari hukuman sang kaisar. Sejak saat itu, tradisi menyalakan lampion terus diwariskan hingga kini. Apakah Cap Go Meh hari libur nasional? Dikutip dari Metrotvnews.com, karena Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek. Karena Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026, maka Cap Go Meh 2026 diperingati pada Selasa, 3 Maret 2026.
Meski menjadi puncak perayaan Imlek, Cap Go Meh bukan termasuk hari libur nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, hanya Hari Raya Imlek yang berstatus sebagai hari libur nasional.
Meski bukan hari libur nasional, Cap Go Meh dirayakan dengan sangat meriah di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran etnis Tionghoa di Nusantara sejak abad ke-15 membawa serta tradisi ini, yang kemudian berkembang dan beradaptasi dengan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Salah satu tradisi yang paling populer adalah Lontong Cap Go Meh, yang merupakan wujud nyata akulturasi budaya. Komunitas Tionghoa di Jawa memadukan hidangan lokal seperti opor ayam dan sayur lodeh dengan lontong.
Bentuk lontong yang memanjang melambangkan umur panjang, sedangkan kuah kuningnya dimaknai sebagai simbol keberuntungan. Di Singkawang, Kalimantan Barat, terdapat tradisi Tatung yang melibatkan orang orang terpilih untuk menjalani ritual pembersihan kota dari roh jahat.
Tradisi ini merupakan perpaduan kepercayaan Tionghoa dan budaya lokal Dayak. Singkawang bahkan dikenal sebagai pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara.
Sementara di berbagai daerah lain, pertunjukan barongsai dan liong atau tarian naga turut memeriahkan suasana. Kini, kesenian tersebut tidak hanya dimainkan oleh keturunan Tionghoa, tetapi juga oleh berbagai suku sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Nah itulah ulasan mengenai Cap Go Meh yang menjadi bagian dari perayaan Imlek. Semoga menambah wawasanmu ya!
Baca Juga :
Bukan Cuma Anak-anak, Masih Single Tetap Dapat Angpao Saat Imlek!Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





