Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan bahwa Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi desa berperan dalam memperkuat ketahanan keluarga.
"Koperasi Kelurahan Merah Putih ditegaskan tidak sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai instrumen strategis negara dalam memperkuat ketahanan keluarga, memperluas akses pendidikan, serta menghadirkan layanan perlindungan yang lebih dekat dengan masyarakat," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Hal itu dikatakannya dalam dialog bersama masyarakat di Koperasi Kelurahan Merah Putih Balai Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat.
Baca juga: Kasus akhiri hidup, Pemerhati: Anak perlu diberi ruang berpendapat
Pihaknya mendorong partisipasi aktif keluarga dalam memanfaatkan peluang ekonomi, mulai dari menanam komoditas pangan di pekarangan rumah hingga mengembangkan usaha ternak skala kecil.
"Hasil produksi masyarakat diharapkan dapat diserap oleh koperasi maupun unit usaha yang terintegrasi, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan," kata Arifah Fauzi.
Melalui sinergi penguatan ekonomi desa, akses pendidikan, layanan kesehatan preventif, serta dukungan pengasuhan yang adaptif, pemerintah mendorong terwujudnya desa yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara sosial dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Menteri Arifatul Choiri Fauzi juga memanfaatkan kesempatan kunjungan kerjanya untuk meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit, sebuah pusat layanan terpadu yang diinisiasi oleh pemerintah bersama Kementerian UMKM untuk mempercepat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana di Sumatera Barat.
Baca juga: KemenPPPA dorong pelibatan perempuan kelola perhutanan sosial
Klinik ini dirancang untuk menyediakan pendampingan usaha, akses pembiayaan, konsultasi manajemen, serta memfasilitasi pemasaran dan produksi bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana, sehingga usaha mereka tidak hanya pulih tetapi juga naik kelas dan berkelanjutan.
Menteri Arifah Fauzi menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak dapat dipisahkan dari agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, mengingat mayoritas pelaku usaha di tingkat desa adalah perempuan yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
"Ketika usaha perempuan tumbuh dan pendapatan keluarga stabil, maka kualitas pengasuhan meningkat, pendidikan anak terjaga, dan risiko kerentanan sosial dapat ditekan," ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri PPPA mengarahkan agar Klinik UMKM Minang Bangkit juga berfungsi sebagai simpul informasi perlindungan perempuan dan anak dengan menyosialisasikan Call Center SAPA129 secara aktif agar perempuan pelaku UMKM mengetahui alur pengaduan ketika menghadapi kekerasan atau persoalan hukum.
Baca juga: Menteri Arifah kecam kekerasan seksual terhadap perempuan di Boyolali
"Koperasi Kelurahan Merah Putih ditegaskan tidak sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai instrumen strategis negara dalam memperkuat ketahanan keluarga, memperluas akses pendidikan, serta menghadirkan layanan perlindungan yang lebih dekat dengan masyarakat," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Hal itu dikatakannya dalam dialog bersama masyarakat di Koperasi Kelurahan Merah Putih Balai Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat.
Baca juga: Kasus akhiri hidup, Pemerhati: Anak perlu diberi ruang berpendapat
Pihaknya mendorong partisipasi aktif keluarga dalam memanfaatkan peluang ekonomi, mulai dari menanam komoditas pangan di pekarangan rumah hingga mengembangkan usaha ternak skala kecil.
"Hasil produksi masyarakat diharapkan dapat diserap oleh koperasi maupun unit usaha yang terintegrasi, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan," kata Arifah Fauzi.
Melalui sinergi penguatan ekonomi desa, akses pendidikan, layanan kesehatan preventif, serta dukungan pengasuhan yang adaptif, pemerintah mendorong terwujudnya desa yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara sosial dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Menteri Arifatul Choiri Fauzi juga memanfaatkan kesempatan kunjungan kerjanya untuk meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit, sebuah pusat layanan terpadu yang diinisiasi oleh pemerintah bersama Kementerian UMKM untuk mempercepat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana di Sumatera Barat.
Baca juga: KemenPPPA dorong pelibatan perempuan kelola perhutanan sosial
Klinik ini dirancang untuk menyediakan pendampingan usaha, akses pembiayaan, konsultasi manajemen, serta memfasilitasi pemasaran dan produksi bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana, sehingga usaha mereka tidak hanya pulih tetapi juga naik kelas dan berkelanjutan.
Menteri Arifah Fauzi menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak dapat dipisahkan dari agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, mengingat mayoritas pelaku usaha di tingkat desa adalah perempuan yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
"Ketika usaha perempuan tumbuh dan pendapatan keluarga stabil, maka kualitas pengasuhan meningkat, pendidikan anak terjaga, dan risiko kerentanan sosial dapat ditekan," ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri PPPA mengarahkan agar Klinik UMKM Minang Bangkit juga berfungsi sebagai simpul informasi perlindungan perempuan dan anak dengan menyosialisasikan Call Center SAPA129 secara aktif agar perempuan pelaku UMKM mengetahui alur pengaduan ketika menghadapi kekerasan atau persoalan hukum.
Baca juga: Menteri Arifah kecam kekerasan seksual terhadap perempuan di Boyolali





