Paris, VIVA – Modifikator sepeda motor terus bereksperimen mencari formula elektrifikasi yang cocok untuk kendaraan roda dua, termasuk melalui pendekatan hybrid. Salah satu inovasi terbaru datang dari perusahaan teknik asal Prancis yang mengembangkan konsep motor hybrid berbasis platform populer Yamaha MT-07.
Motor naked tersebut dikenal memiliki karakter mesin responsif dengan konfigurasi parallel twin 689cc yang agresif di putaran menengah. Sifat pengendalian yang lincah serta tenaga spontan membuat Yamaha MT-07 digemari pengendara yang mencari sensasi berkendara fun bike di jalan raya.
Perusahaan teknik Furion melihat potensi itu sebagai fondasi eksperimen teknologi hybrid generasi baru. Mereka kemudian menghadirkan prototipe bernama Furion M2, yang secara tampilan masih mempertahankan DNA MT-07 namun memiliki sistem penggerak yang jauh berbeda.
- Rideapart
Perubahan paling radikal terletak pada penempatan motor listrik yang tidak berada di roda belakang seperti kebanyakan kendaraan hybrid. Disadur VIVA Otomotif dari Rideapart, Sabtu 21 Februari 2026, Furion justru memasang motor sekaligus generator listrik di dalam hub roda depan, menciptakan konfigurasi penggerak dua roda saat akselerasi.
Unit motor listrik tersebut diklaim mampu menghasilkan torsi hingga 300 Nm dan berkontribusi sekitar 20 daya kuda tambahan. Sementara itu, roda belakang tetap digerakkan mesin bensin bawaan MT-07 sehingga kombinasi keduanya menghasilkan sistem all-wheel drive pada sepeda motor.
Konsep penggerak ganda pada roda dua memang bukan hal umum, sehingga pendekatan ini memunculkan potensi karakter berkendara baru. Selain membantu akselerasi, distribusi tenaga ke roda depan juga dapat meningkatkan traksi terutama saat keluar tikungan atau melintasi permukaan jalan dengan grip terbatas.
Keunggulan lain dari sistem yang disebut Eversor itu muncul saat proses deselerasi. Furion mengklaim teknologi tersebut mampu memulihkan hingga 27 persen energi yang dihasilkan selama pengereman, angka yang cukup signifikan untuk ukuran sepeda motor.
Penempatan generator di roda depan menjadi kunci efektivitas regenerasi energi tersebut. Saat pengereman, bobot kendaraan berpindah ke depan sehingga ban depan memiliki traksi lebih besar, memungkinkan proses pemulihan energi berlangsung optimal dibanding sistem regen di roda belakang.





