Wakil Ketua Komisi XI DPR Minta Strategi Agresif Pulihkan Ekonomi Sumbar Pascabencana

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri menegaskan perlunya langkah lebih agresif dan terarah untuk mendorong pemulihan ekonomi Sumatera Barat pascabencana agar mampu rebound dan mengejar pertumbuhan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Sumatera Barat bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan pada Jumat, 20 Februari 2026.

Komisi XI telah mendengarkan paparan dari BI, OJK, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait kondisi dan langkah pemulihan ekonomi daerah.

"Kita sudah mendengarkan paparan dari mereka, termasuk juga paparan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang pada intinya bahwa upaya-upaya untuk melakukan pemulihan ekonomi dari situasi pasca bencana itu sudah dilakukan,", ujar Hanif.

Ia menilai tantangan pemulihan masih besar akibat terganggunya rantai distribusi, menurunnya produktivitas sektor riil, serta melemahnya daya beli masyarakat.

OJK telah membantu pelaku UMKM melalui program restrukturisasi kredit untuk meringankan beban pascabencana.

Namun Hanif menegaskan restrukturisasi harus dibarengi pendampingan usaha agar pelaku UMKM benar-benar pulih dan tidak sekadar menunda masalah.

"OJK sudah membantu sejumlah usaha kecil, mikro, dan menengah untuk melakukan restrukturisasi dan kita juga mendorong agar itu dilakukan pendampingan usaha sehingga benar-benar bukan hanya sekadar menunda kematian, tapi benar-benar bisa pulih sebagaimana semula,", tegasnya.

Komisi XI juga menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar termasuk ekspor.

"Mereka-mereka yang kesulitan untuk melakukan pembayaran dari sisa kredit sudah dilakukan melalui program restrukturisasi dan kemudian juga pendampingan dilakukan agar mereka bisa tumbuh dan bangkit lagi. Tadi juga disampaikan bahwa sebagian sekarang sudah mulai masuk ke pasar ekspor, walaupun memang ini masih belum besar, tapi sudah mulai muncul,", ungkap Hanif.

Komisi XI meminta Bank Indonesia merumuskan strategi yang lebih agresif dan spesifik untuk mendorong pemulihan ekonomi riil di Sumatera Barat yang pertumbuhannya sekitar 3,3 persen atau di bawah angka nasional dengan inflasi relatif tinggi.

"Kepada Bank Indonesia kita juga meminta agar mereka lebih agresif lagi dan juga merumuskan strategi yang khusus untuk mendorong pemulihan ekonomi. Karena pokok soalnya bukan hanya sekadar harga, bukan hanya sekadar soal transaksi, tapi bagaimana agar ekonomi benar-benar bisa pulih, Sumatera Barat ini bisa rebound. Karena kalau kita lihat data pertumbuhannya hanya sekitar 3,3 persen, berarti kan jauh dari angka nasional. Sementara angka inflasinya juga boleh dibilang cukup tinggi,", jelasnya.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Komisi XI mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga serta kelancaran produksi dan distribusi kebutuhan pokok.

"Terutama di Idulfitri tentu saja ini ada tugas BI dan seluruh entitas yang terkait termasuk pemerintah provinsi sangat penting memastikan agar harga bisa stabil, baik produksi, distribusi, yang terkait dengan kebutuhan menjelang Ramadan dan Lebaran bisa terkelola dengan baik,", pungkas Hanif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS-Indonesia Sepakat Perkuat Pengembangan Rantai Pasok Mineral Strategis
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
5 Cara Mengatasi Napas Tidak Segar saat Berpuasa
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ungkapan Isi Hati Top Scorer Arema FC Setelah Posisinya Digeser
• 20 jam lalubola.com
thumb
Menlu Pastikan 8.000 Pasukan ISF dari Indonesia Tak Akan Lakukan Operasi Militer
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Gunung Merapi Keluarkan 13 Guguran Lava pada Sabtu Pagi
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.