Menlu Pastikan 8.000 Pasukan ISF dari Indonesia Tak Akan Lakukan Operasi Militer

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan 8.000 personel yang akan tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) tidak akan melakukan operasi militer di Gaza.

Ia menyebut, pemerintah Indonesia telah menyampaikan national caveats atau batasan nasional dalam pelaksanaan mandat tersebut, termasuk tidak terlibat dalam operasi tempur ofensif.

Pasukan Indonesia hanya diperkenankan melakukan tindakan defensif dalam rangka mempertahankan diri apabila menghadapi ancaman langsung.

Baca juga: Dua Bulan Lagi, 8.000 Prajurit TNI Meluncur ke Gaza Gabung ISF

National caveats kita juga sudah kita sampaikan ke ISF, bahwa kita tidak melakukan operasi militer. Kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata. Kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi. Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak,” kata Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, AS, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2025).

Sugiono menyatakan, pengiriman pasukan itu sebagai bagian dari kontribusi menjaga stabilitas kawasan dan mendukung upaya kemanusiaan internasional.

Ia pun menyatakan, keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut tidak berkaitan dengan hubungan diplomatik dengan pihak tertentu, melainkan merupakan mandat internasional untuk menjaga perdamaian dan melindungi masyarakat sipil.

“Ini adalah pasukan yang ditugaskan untuk yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi," jelas dia.

Baca juga: RI Jadi Wakil Komandan ISF, Anggota DPR: Pengiriman Pasukan Butuh Persiapan Khusus

Nantinya kata Sugiono, pasukan akan ditempatkan di beberapa sektor yang telah ditentukan sesuai dengan rencana komprehensif Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang telah dipaparkan.

Pengerahan pasukan ini juga akan mengikuti pembagian wilayah operasi yang diproyeksikan terdiri atas sejumlah sektor dengan total kekuatan gabungan sekitar 20.000 personel dari berbagai negara.

Selain itu, penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander Operasi dalam ISF merupakan bentuk penghargaan terhadap rekam jejak profesional prajurit Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian dunia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza Dinilai Bukti Bantu Perdamaian Palestina

Deputy commander operasi juga merupakan sesuatu yang penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan menjaga perdamaian dan saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan ke ISF,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsak Denpasar Bali Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap Bacaan Niat Puasa
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Persija Tempel Ketat Persib di Puncak Klasemen
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Catat! Ini Jadwal Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengacara Ungkap Fakta Mengejutkan: 99% dari 2.596 Lembar Surat Tuntutan Kerry Riza Copas dari Dakwaan
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
4 Penyakit Infeksi Paru-paru Berat yang Wajib Diwaspadai di 2026
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.