Inovasi Baru Radang Sendi: Ilmuwan UCL Temukan Rem Alami Inflamasi

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

KABAR baik datang dari dunia medis bagi jutaan penderita penyakit kronis. Tim peneliti dari University College London (UCL) berhasil mengungkap mekanisme alami dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai “rem” untuk menghentikan peradangan atau inflamasi.

Temuan yang dipublikasikan pada Februari 2026 ini dinilai sebagai terobosan krusial. Pasalnya, mekanisme ini berpotensi membuka jalan bagi pengembangan terapi baru untuk penyakit yang dipicu peradangan berkepanjangan, mulai dari radang sendi (arthritis), penyakit jantung, hingga diabetes.

Mengenal Epoxy-oxylipins: Molekul Lemak Sang “Rem” Imun

Dalam studi yang dirilis melalui jurnal Nature Communications, para peneliti mengidentifikasi molekul kecil turunan lemak yang disebut epoxy-oxylipins. Molekul ini memegang peran vital dalam mengendalikan respons imun agar tidak berlebihan.

Baca juga : Perubahan Gaya Hidup Jadi Kunci Perlambat Kerusakan Sendi atau Osteoartritis

Secara teknis, epoxy-oxylipins bekerja dengan mencegah pertumbuhan berlebih sel imun tertentu yang disebut intermediate monocytes. Sel darah putih ini sebenarnya berfungsi melawan infeksi dan membantu perbaikan jaringan. Namun, jika jumlahnya berlebihan atau bertahan terlalu lama, sel tersebut justru membuat sistem imun terus aktif dan memicu peradangan kronis.

Penelitian ini menjadi yang pertama kalinya berhasil memetakan aktivitas epoxy-oxylipins pada manusia secara real-time selama proses peradangan berlangsung.

Uji Langsung pada Relawan Manusia

Untuk memahami mekanismenya, para peneliti melakukan studi langsung pada relawan sehat. Mereka memicu reaksi peradangan ringan dan sementara menggunakan bakteri E. coli yang telah dimatikan dengan sinar ultraviolet ke lengan bawah peserta.

Baca juga : 6 Tips Ampuh Menjaga Kesehatan Sendi dan Mencegah Nyeri Sejak Dini

Relawan kemudian dibagi ke dalam dua kelompok untuk menguji efektivitas obat GSK2256294, yang bekerja menghambat enzim soluble epoxide hydrolase (sEH), enzim yang secara alami memecah kadar epoxy-oxylipins dalam tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Peningkatan epoxy-oxylipins terbukti mampu mempercepat meredanya rasa nyeri.
  • Terjadi penurunan signifikan kadar intermediate monocytes di darah dan jaringan.
  • Obat bekerja lebih dalam pada mekanisme imun tanpa mengganggu gejala luar seperti kemerahan atau pembengkakan yang diperlukan untuk penyembuhan awal.
Mekanisme Protein p38 MAPK

Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa salah satu jenis epoxy-oxylipin, yaitu 12,13-EpOME, bekerja dengan menonaktifkan sinyal protein bernama p38 MAPK. Protein ini diketahui berperan dalam proses perubahan monosit menjadi bentuk yang dapat memicu peradangan berkepanjangan.

Dengan mematikan sinyal tersebut, tubuh secara alami dapat membatasi ekspansi sel imun yang berpotensi merusak jaringan. Profesor Derek Gilroy dari UCL menjelaskan bahwa pendekatan ini berpotensi menghasilkan terapi yang lebih aman karena tidak menekan seluruh sistem imun, melainkan membantu tubuh mengembalikan keseimbangan secara alami.

Harapan untuk Penderita Rheumatoid Arthritis

Temuan ini membuka peluang besar untuk uji klinis penggunaan penghambat sEH bagi penderita rheumatoid arthritis dan penyakit kardiovaskular. Rheumatoid arthritis sendiri merupakan kondisi autoimun di mana sistem imun menyerang lapisan sendi, menyebabkan nyeri hebat dan kerusakan permanen.

Menurut para peneliti, obat penghambat sEH dapat diuji bersama terapi yang sudah ada untuk melihat apakah mampu mencegah atau memperlambat kerusakan jaringan akibat peradangan kronis di masa depan. (University College London (UCL)/Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
R. M. P. Sosrokartono: Membebaskan Pikiran, Menjaga Adat Istiadat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Liga Italia: Como Jungkalkan Juventus, Papan Atas Masih Panas
• 36 menit lalukumparan.com
thumb
Misi Kudeta AS Roma! Juventus Wajib Menang Lawan Como, Spalletti: Fabregas Punya Segalanya untuk Mengontrol Laga!
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Tim FH Unhas Masuk Best 10 Papers di Konferensi Internasional Tentang Etika Agama dan AI
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
BRI Super League: Jelang Vs Persib Bandung, Carlos Pena Ingin Maksimalkan Semua Pemain Persita
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.