jpnn.com - Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyebut partainya di DPR belum bisa mengusulkan secara dini angka ideal ambang batas parlemen, tetapi mendorong gagasan penyederhanaan sistem multipartai atau selected party terwujud.
Hal demikian dikatakan Paloh saat menjawab pertanyaan awak media di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2).
BACA JUGA: Pernyataan Jokowi Terkait Revisi UU KPK Dianggap Mengada-Ada dan Absurd
Mulanya, pendiri Media Group itu mengatakan ambang batas parlemen ideal belum bisa diusulkan NasDem karena wacana masih dalam pembahasan tahap awal di DPR RI.
"Sedang digodok oleh kawan-kawan di DPR, ya, Fraksi DPR, tentu dengan Komisi II. Saya serahkan dulu pada mereka untuk bersama dengan para pimpinan fraksi lainnya ya," ujar Paloh, Sabtu.
BACA JUGA: 2 Oknum TNI Diduga Menganiaya Seorang Pemuda Dilaporkan ke Denpom Meulaboh
Dia kemudian ditanya soal kemungkinan NasDem mengusulkan ambang batas parlemen sebesar tujuh persen seperti sikap sebelumnya.
Paloh menyikapi itu dengan memberi isyarat bahwa NasDem biasanya konsisten dalam bersikap.
BACA JUGA: Arief: Makan Bergizi Gratis adalah Strategi Sishankamrata
"Saya pikir biasanya NasDem itu seharusnya tetap konsisten saja di situ, kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali, ya," ujarnya.
Paloh kemudian mengatakan NasDem perlu berpikir mengubah sistem multipartai menjadi selected party demi efektivitas kerja pemerintahan.
"NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kami berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif, untuk menjaga stabilitas pemerintahan, maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki," ujar dia.
Paloh mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali esensi demokrasi yang tidak boleh hanya dilihat dari banyaknya jumlah partai politik.
Menurutnya, demokrasi seharusnya bisa memberikan asas manfaat yang nyata bagi cita-cita kemerdekaan bangsa.
"Ya, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa asas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki," ujar dia.
Paloh juya mengingatkan peran institusi partai politik untuk membangun kesadaran masyarakat tentang keseimbangan antara hak dan kewajiban.
"Bangsa ini butuh itu. Kalau enggak, kita terjebak pada seluruh kepura-puraan terus-menerus dari waktu ke waktu," ujar dia. (ast/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan



