Miniatur Masjid Berbahan 100 Kg Coklat Semarakkan Ramadan di Malang

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Miniatur masjid berbahan coklat seberat 100 kilogram menyemarakkan suasana Ramadan pada salah satu hotel di Kota Malang. Miniatur masjid ini diambil dari masjid yang ada di Brazil bernama Omar Ibn Al-Khattab, yang juga sahabat Nabi Muhammad Saw.

Proses pembuatan miniatur masjid ini bukan dikerjakan dalam waktu sekejap. Perlu waktu satu bulan sebelum bulan Ramadan tiba pembuatannya. Bahkan proses pembuatan pun dikerjakan oleh chef terlatih dari sebuah hotel pada kawasan Jalan Raden Panji Suroso, Blimbing, Kota Malang.

Awal mula coklat tipe compound dipanaskan dan dilelehkan. Kemudian coklat dioven hingga suhu panas tertentu untuk memadatkan tekstur coklat. Total ada 100 kilogram coklat yang dihabiskan untuk pembangunan miniatur masjid ini, yang dicetak sedemikian rupa menyerupai bentuk bangunan masjid yang ada.

Beberapa ornamen miniatur masjid seperti jendela, pintu, menara, hingga kubah dibuat begitu detail dan artistik. Pembuatannya pun memerlukan teknik khusus dan tidak semua chef bisa membuatnya. Sebab seluruh bagian dan ornamen masjid dibuat menyerupai aslinya, mulai dari warna masjid yang berwarna putih, hingga detail ornamennya.

Lantai masjid pun dibuat menyerupai aslinya berwarna coklat strip putih. Corak dan arsitek ornamen lantainya pun dibuat seperti ada karpet masjid aslinya. Hal ini membuat kesan masjid ini seolah asli dari bangunan aslinya.

Chef pembuat miniatur masjid Kurniawan Yusuf Indra menyatakan, pembuatan miniatur masjid itu didasari tema ala - apa Brazil yang diusung oleh hotel. Kebetulan nama masjid juga diangkat dari nama sahabat Nabi Muhammad Saw, Umar Bin Khattab, yang jadi nama masjid di negara bagian Parana yang beribukota di Coritiba, Brazil.

"Saya ambil salah satu masjid terbesar di Brazil, tempatnya di perbatasan Brazil. Namanya Omar Ibn Al-Khattab, karena tema kita ramadan Brazil," ucap Kurniawan Yusuf Indra, saat ditemui di sela-sela pembuatan miniatur masjid, pada Jumat petang (20/2).

Menurutnya, bangunan miniatur masjid terbuat dari coklat compound yang tahan di suhu ruangan dan bisa padat dibandingkan jenis coklat lainnya di Indonesia. Coklat itu dimasak dan didesain sedemikian rupa hingga menyerupai masjid aslinya dengan skala 40 x 60 sentimeter.

"Coklat compound membuatnya tebal, kalau kita membuat tipis gampang rapuh, dan gampang rusak. Itu juga lebih kuat di suhu ruang, dibanding coklat lainnya. Jadi kalau misalkan di Indonesia, kita lebih banyak menggunakan coklat compound," terangnya.

Meskipun membuat miniatur bangunan, tapi kata Kurniawan ornamen - ornamen di dalamnya cukup sulit. Sebab dari beberapa ornamen bentuk seperti jendela dan pintu, yang kecil harus dibuat dengan detail dan sesuai aslinya hanya berpedoman pada foto yang diambil dari internet, sehingga memerlukan waktu satu bulan pengerjaannya.

"Totalnya hampir satu bulan. Untuk yang paling sulit detail dari kayak jendela, terus pintu-pintu, kubah itu lumayan agak sulit," ungkapnya.

Rencananya masjid Omar Ibn Al-Khattab berbahan dasar coklat itu akan dipamerkan di restoran hotel dengan suhu 10 derajat, selama bulan Ramadan. Miniatur masjid coklat itu akan jadi ikon dan menarik para tamu hotel yang berkunjung.

"Disimpan di suhu ruangan 10 derajat. Diletakkan di restoran dan selama bulan Ramadhan di sini. Nanti kalau selesai Ramadan akan didaur ulang lagi, untuk dibuat miniatur yang lain," tukasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Ngobrol dengan Hewan Peliharaan
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Benarkah Olahraga saat Puasa Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Dokter
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Divonis Penjara Seumur Hidup, Eks Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Minta Maaf
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Raker Bareng Menhub, Legislator Gerindra Tekankan Kesiapan Transportasi Lebaran
• 22 jam laludetik.com
thumb
Blok M Kian Ramai Jelang Buka Puasa, Warga Berebut Takjil dan Tempat
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.