TANGERANG, KOMPAS.com – Dalam setahun terakhir, deretan lapangan padel di Desa Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menjamur dan turut mendongkrak pendapatan warga sekitar.
Nurrahman (27), pedagang es kelapa di sekitar lokasi, merasakan langsung perubahan itu.
“Dulu paling Rp 500.000, sekarang bisa sampai Rp 1 juta kalau lagi ramai,” ujar Nurrahman saat ditemui Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: Warga Pulomas Siap Temui Pramono, Desak Padel di Perumahan Ditutup
Ia telah berjualan di kawasan itu selama hampir lima tahun, jauh sebelum tren padel berkembang.
Lonjakan pendapatan biasanya terjadi saat ada kegiatan atau turnamen di lapangan.
“Kalau ada event lumayan. Saya juga sering antar pesanan ke dalam,” tambahnya.
Tak hanya pedagang, lapangan padel juga membuka peluang kerja bagi warga setempat.
Ratna (43) mengatakan, banyak warga kini menjadi petugas keamanan, parkir, dan kebersihan di lapangan.
“Yang kerja banyak orang sini juga. Biasanya ngelamar dulu, tapi diutamakan warga sekitar,” kata Ratna.
Baca juga: Pagedangan Tangerang Kini Dijuluki Kampung Padel, Deretan Lapangan Menjamur
Sebelum adanya lapangan padel, sebagian lahan di kawasan itu berupa tanah kosong.
Kini, dalam waktu kurang dari setahun, area itu berubah menjadi pusat aktivitas olahraga yang ramai, hingga dijuluki warga sebagai “Kampung Padel.”
Meski kegiatan sering berlangsung hingga malam hari, warga mengaku tidak terganggu.
“Kadang sampai jam 10 malam masih ada yang main, tapi enggak terganggu. Sudah biasa ramai,” ucap Ratna.
Ia berharap kondisi ini bisa terus membantu warga, terutama dari sisi ekonomi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang