4 Penyakit Infeksi Paru-paru Berat yang Wajib Diwaspadai di 2026

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

PADA awal tahun 2026, tantangan kesehatan global kembali bergeser dengan munculnya berbagai ancaman infeksi saluran pernapasan. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap empat penyakit infeksi paru-paru berat yang tengah menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan laporan Disease Outbreak News dari WHO periode Desember 2025 hingga Februari 2026, empat penyakit tersebut memiliki tingkat fatalitas yang tinggi dan pola penyebaran yang dinamis. Berikut adalah rincian empat penyakit infeksi paru-paru yang harus diwaspadai:

Data Fatalitas Infeksi Paru (Update 2026) Jenis Penyakit Tingkat Fatalitas / Kasus Flu Burung (Indonesia) 84% (Tertinggi di WPRO) MERS-CoV 17 Kasus di Arab Saudi (2025) Virus Nipah 40% - 75% (Estimasi Global) 1. Flu Burung (Avian Influenza): Risiko Tinggi di Indonesia

Flu burung tetap menjadi ancaman serius, terutama bagi Indonesia. Data WHO Western Pacific Office (WPRO) menunjukkan bahwa selama periode 2023 hingga 2025, angka kematian akibat flu burung di wilayah ini mencapai 66,3 persen.

Baca juga : 4 Penyakit Infeksi Paru Berat yang Masih Dipantau Dunia

Indonesia mencatat statistik yang lebih mengkhawatirkan dengan angka kematian mencapai 84 persen. Saat ini, beberapa varian virus influenza penyebab flu burung yang terpantau beredar di wilayah WPRO meliputi H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, dan H10N5. Meskipun kasus terakhir di kawasan ini dilaporkan di Kamboja pada 2025, pengawasan ketat tetap diperlukan mengingat mutasi virus yang cepat.

2. MERS-CoV dan Risiko bagi Jemaah Umrah

Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) kembali muncul dengan laporan 17 kasus di Arab Saudi sepanjang tahun 2025. Prof. Tjandra mengingatkan bahwa situasi ini harus menjadi perhatian serius bagi Indonesia.

Mobilitas jemaah umrah yang tinggi serta persiapan musim haji tahun 2026 menjadi faktor risiko yang signifikan. Mengingat MERS-CoV dapat menyebabkan gagal napas berat, deteksi dini bagi pelaku perjalanan dari Timur Tengah menjadi kunci pencegahan penularan di tanah air.

Baca juga : WHO Cabut Darurat Mpox, Ahli Jelaskan Alasannya

3. Super Flu (H3N2 Subclade K)

Istilah "Super Flu" merujuk pada infeksi virus influenza A H3N2 subclade K. Varian ini menunjukkan tingkat penularan yang masif dan gejala yang lebih persisten dibandingkan flu musiman biasa.

Pemerintah Kota Tokyo, Jepang, bahkan telah mengeluarkan peringatan influenza (Influenza Advisory) untuk pertama kalinya dalam 17 tahun. Selain di Jepang, lonjakan kasus juga dilaporkan terjadi di Korea Selatan dan Amerika Serikat pada awal Februari 2026. Di Indonesia sendiri, kasus akibat Influenza B dan subvarian H3N2 ini mulai terdeteksi dan memerlukan penanganan medis yang tepat.

4. Virus Nipah: Ancaman Zoonosis Baru

Penyakit keempat yang diwaspadai adalah infeksi virus Nipah. Virus ini menular ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah atau babi.

Infeksi virus Nipah sangat berbahaya karena dapat memicu pneumonia atipikal yang berkembang cepat menjadi penyakit paru berat atau acute respiratory distress (ARDS). Hingga awal 2026, kasus terbaru dilaporkan muncul di wilayah Asia Selatan, yang menuntut penguatan sistem surveilans di pintu-pintu masuk negara.

Pentingnya Surveilans dan Deteksi Dini

Menyikapi ancaman empat penyakit di atas, Prof. Tjandra Yoga Aditama menegaskan bahwa penguatan surveilans virus infeksi paru dan saluran napas di Indonesia tidak bisa ditawar lagi. Hal ini bertujuan agar setiap potensi wabah dapat dikenali dan ditangani dengan baik sebelum menyebar luas.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan pernapasan dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis paru jika mengalami gejala demam tinggi disertai sesak napas yang tidak biasa.

Pertanyaan tentang Penyakit Paru

Apa itu Super Flu H3N2 subclade K?

Super Flu adalah istilah populer untuk varian Influenza A H3N2 subclade K yang memiliki mutasi signifikan pada proteinnya, membuatnya lebih mudah menular dan menimbulkan gejala klinis yang lebih berat dibandingkan flu musiman.

Bagaimana gejala infeksi virus Nipah pada paru-paru?

Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan pneumonia atipikal yang ditandai dengan sesak napas hebat, batuk, dan dapat memburuk menjadi gagal napas akut (ARDS) dalam waktu singkat.

Apakah vaksin flu biasa efektif melawan Super Flu?

Vaksin influenza tahunan tetap direkomendasikan untuk memberikan perlindungan dasar, namun efektivitasnya terhadap varian baru seperti subclade K terus dipantau oleh otoritas kesehatan global. (Ant/H-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Munafri–Aliyah: Ekonomi Makassar Lampaui Nasional dan Provinsi
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Bocah 12 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diniaya dan Dipaksa Minum Air Panas oleh Ibu Tiri
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Danantara Bakal Kucurkan Dana ke Manajer Investasi Global, Perluas Portofolio di Luar Negeri 
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Ulah Presiden FIFA Picu Alarm Etika, IOC Turun Tangan
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Kebijakan Tarif AS Dibatalkan MA, Trump Sebut Para Hakim Antek Asing
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.