KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi memastikan tidak akan ada ruang bagi praktik premanisme di pasar baru Sentra Grosir Cikarang (SGC) usai penertiban 500 lebih lapak pedagang pasar tumpah ke tempat relokasi yang telah disediakan pemerintah daerah tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Sumarni menegaskan, potensi gangguan kamtibmas, seperti pungutan liar (pungli), intimidasi, maupun aksi premanisme, menjadi perhatian serius kepolisian, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Untuk mengantisipasi aksi premanisme pasca-penertiban kawasan pasar tumpah di simpang SGC, kami terus memperkuat pengamanan pada area pasar baru ini," katanya di Cikarang, dalam keterangannya, Sabtu (21/2).
Baca juga : 6 Pelaku Pungli Berkedok Koperasi Ditangkap di Pasar Induk Kramat Jati
Sumarni menjelaskan, upaya antisipasi muncul aksi premanisme di Pasar Baru Cikarang, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, dilakukan dengan menyebar informasi layanan pengaduan kepada segenap pedagang yang telah direlokasi.
Masyarakat, terutama pedagang, dapat mengakses informasi maupun pengaduan melalui layanan darurat 110 dan Curhat Langsung Bunda Kapolres (CLBK) di nomor 081383990086.
"Silakan masyarakat melaporkan apabila ada aksi-aksi tersebut. Kami siaga 24 jam penuh melayani dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk," kata Kapolres.
Baca juga : Dedi Mulyadi Dianggap Melakukan Formalisasi Pungli
Selain membuka kanal pengaduan khusus, pihaknya juga mengerahkan Tim Patroli Printis Presisi secara periodik di kawasan Pasar Baru Cikarang. Patroli dilakukan pada jam-jam rawan guna memastikan situasi tetap aman dan pedagang dapat beraktivitas tanpa tekanan ddalaari pihak manapun.
"Kemudian jajaran kami juga beberapa kali monitoring. Dari Patroli Printis Presisi juga secara periodik melakukan patroli di kawasan tersebut. Termasuk kegiatan kita malam ini," ujar mantan Wakil Kapolres Bekasi Kota ini.
Sumarni mengaku hasil patroli hingga kini menunjukkan situasi yang relatif kondusif. Meski demikian langkah preventif tetap dikedepankan agar tidak ada lagi celah bagi oknum yang mencoba memanfaatkan situasi pasca-relokasi pedagang.
"Kami ingin memastikan pedagang merasa aman dan nyaman. Jangan sampai ada yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara-cara melanggar hukum," ujarnya.
Berantas pungliSementara itu, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri untuk memberantas praktik pungli maupun aksi premanisme di kawasan tersebut.
"Kalau sampai ada praktik pungli harus ditindak. Bagi pihak yang berani melakukan pungli, siap-siap disikat aparat," kata Plt Bupati.
Sementara para pedagang yang telah direlokasi berharap biaya sewa lapak di lokasi baru yakni halaman depan Pasar Baru Cikarang bisa lebih terjangkau, terlebih pemerintah daerah yang mengelola area baru ini.
"Saat ini kami belum tahu berapa biaya sewa lapak di lokasi baru. Kalau sebelumnya bisa mencapai Rp30.000 sampai Rp40.000 per lapak per hari. Katanya untuk keamanan, listrik, dan pengelolaan sampah," ujar Ali, salah seorang pedagang. (H-3)





