Soroti Pentingnya Transparansi APBD, Dirjen Bina Keuda Diganjar Penghargaan

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menerima penghargaan Excellence in Regional Financial Governance 2026 dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Komisaris Metro TV, Suryopratomo, di Studio Grand Metro TV, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Ajang ITAY 2026 mengusung semangat transformasi dan pembaruan sebagai bagian dari dorongan perbaikan sistem dan penguatan kontribusi nyata bagi masyarakat. Fatoni menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian atas arahan dan dukungan dalam optimalisasi pengelolaan keuangan daerah.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk Kementerian Dalam Negeri khususnya untuk teman-teman di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan tentu untuk pemerintah daerah,” kata Fatoni dalam keterangan pers dikutip Sabtu, 21 Februari 2026.

Baca Juga :

Hari Pertama Ramadan, Mendagri Tito Buka Puasa Bareng Korban Banjir Aceh
 
Fatoni menjelaskan penguatan tata kelola keuangan daerah terus dilakukan melalui implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) sebagai instrumen transformasi digital. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menerima penghargaan. Dokumentasi/ istimewa

"Jadi dalam tata kelola keuangan daerah ini tidak hanya uangnya saja tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan BUMD, BLUD, BMD termasuk kerjasama pemerintah daerah dan pemanfaatan sumber pendapatan lain," jelasnya. 

Fatoni menyebut setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan jawabkan dan digunakan tepat sasaran. Dia juga mendorong pemerintah daerah kreatif, inovatif melakukan terobosan-terobosan dalam meningkatkan pendapatan daerah namun juga agar belanja dapat tepat sasaran dalam rangka melakukan pembangunan, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat.

Penilaian ITAY 2026 dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Ricardi S. Adnan, konsultan komunikasi dan penulis Hifni Alifahmi, Guru Besar dan Dekan FIKES UIN Jakarta Zilhadia, Guru Besar FIA Universitas Indonesia Martani Huseini, serta jurnalis senior dan Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo. Penilaian didasarkan pada lima kriteria utama, yakni prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi.

Penghargaan ini menjadi refleksi atas upaya berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong efektivitas belanja daerah untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Jamin Tak Tambah Kuota Impor Energi Meski Ada Perjanjian Tarif
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Perjuangan Wali Asrama Bentuk Karakter dan Jaga Kedisiplinan Siswa Sekolah Rakyat
• 17 jam laludisway.id
thumb
Pelaku Penganiaya Balita di Sragen Ditangkap
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pajak Naik, Rakyat Kaget? Pelajaran dari Polemik Pajak Kendaraan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu Sugiono: Pengiriman 8.000 Pasukan ke Gaza Dilakukan Bertahap
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.