Bupati Jember Rayu Mendikdasmen, Ajukan 300 Sekolah Rusak untuk Direvitalisasi Tahun 2026

realita.co
5 jam lalu
Cover Berita

JEMBER (Realita) – Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara terbuka merayu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, agar kembali mengucurkan program revitalisasi sekolah untuk Kabupaten Jember pada 2026.

Hal itu disampaikan Fawait saat sambutan dalam peresmian program revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Jember di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Revitalisasi Tuntas, Kepala SMPN 1 Balung Bersyukur Kini Sekolah Aman dari Banjir

Dalam sambutannya, Gus Fawait memaparkan kondisi riil pendidikan di Jember yang sempat membuatnya terkejut. Ia mengaku menemukan data ribuan ruang kelas dalam kondisi rusak berat saat pertama kali menjabat.

“Kami melihat data dari Dinas Pendidikan waktu itu, dan saya minta data jumlah sekolah termasuk kondisi kelasnya. Saya kaget, Pak Menteri, jumlah gedung sekolah yang rusak berat di Kabupaten Jember ada 1.532. Itu yang rusak berat saja, yang hampir roboh dan bahkan ada yang pernah roboh,” ujar Gus Fawait.

Ia menegaskan, angka tersebut belum termasuk kategori rusak ringan maupun rusak sedang. Menurutnya, jika seluruh perbaikan dibebankan pada APBD Jember, anggaran daerah tidak akan mampu menutup kebutuhan tersebut.

“Itu belum yang rusak ringan dan rusak sedang. Yang rusak berat saja 1.532 gedung. Kalau ini diperbaiki semua pakai APBD Jember tentu tidak cukup. Tapi kita punya menteri yang hebat dan presiden yang sangat concern terhadap pengentasan kemiskinan lewat jalur pendidikan,” katanya.

Fawait kemudian menceritakan upayanya mendatangi Kementerian Pendidikan di Jakarta untuk menyampaikan langsung kondisi tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk keseriusan Pemkab Jember memperjuangkan nasib sekolah-sekolah yang rusak.

“Kami pergi ke Jakarta, kami ngamen ke Jakarta. Kami bertemu Pak Menteri, wakil menteri dan jajaran. Kami sampaikan bahwa Jember tidak baik-baik saja. Jumlah gedung sekolah rusak berat sangat banyak,” ungkapnya.

Namun, saat itu data kerusakan di sistem Dapodik disebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Fawait pun langsung meminta pembenahan data agar sesuai fakta.

Baca juga: Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Jember, Target 2026 Tambah 71 Ribu Satuan Pendidikan

“Ternyata di Dapodik tidak tergambar sebanyak 1.532. Maka sepulang dari Jakarta, kami minta diperbaiki. Kalau memang rusak, laporkan rusak. Kalau tidak punya lab komputer, jangan memaksakan dapur dijadikan lab komputer,” tegasnya.

Setelah pembaruan data dilakukan, Pemkab Jember kembali mengajukan permohonan revitalisasi. Hasilnya, pada 2025 Jember mendapatkan alokasi revitalisasi terbesar dalam sejarahnya.

“Biasanya Jember hanya mendapatkan bantuan refit sekitar Rp5 sampai Rp6 miliar. Alhamdulillah di era Presiden Prabowo Subianto, tahun 2025 Jember mendapatkan revitalisasi terbesar dalam sejarah. Ada 124 sekolah yang mendapat program revitalisasi,” jelas Fawait.

Meski bersyukur, Fawait tak berhenti sampai di situ. Di hadapan Mendikdasmen, ia kembali mengajukan sekitar 300 sekolah rusak berat untuk direvitalisasi pada 2026.

“Tahun 2026 kami mengajukan kembali untuk program revitalisasi sekolah, sisa-sisa gedung yang rusak berat. Ada kurang lebih 300-an sekolah yang kami ajukan, Pak Menteri,” katanya.

Baca juga: Permudah Revisi Adminduk, Dispenduk Jember Gandeng Pengadilan Negeri

Dengan nada berseloroh, Fawait menyebut dirinya seperti “santri nodong kiai” karena kembali meminta tambahan bantuan setelah sebelumnya mendapatkan alokasi besar.

“Mudah-mudahan tahun 2026 kalau datang lagi ke Jember, kalau tahun ini 124 yang diberi bantuan, mudah-mudahan 300 lebih tahun ini akan diberi bantuan. Amin. Ini ada santri nodong kiai ya begini-gini ini saya,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Fawait menegaskan, revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menekan angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem di Jember.

“Mudah-mudahan kualitas pendidikan di Jember bisa lebih baik, IPM kita lebih baik, dan ujungnya pendidikan adalah cara jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan. Harapan kami, kemiskinan di Jember bisa jauh lebih berkurang ke depan,” pungkas Gus Fawait. (R-dy).

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertaruhan Alfredo Vera: PSIS Semarang di Ujung Tekanan Wajib Kalahkan Deltras FC
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Pamer Paspor Inggis Anak, LPDP Imbau Dwi Sasetyaningtyas untuk Lebih Bijak Gunakan Media Sosial
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Cerita Rano Karno Tutup Aliran Kali di Jakarta saat Sungai Cisadane Terkontaminasi Kimia
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Imsakiyah di Kabupaten Bekasi Minggu, 22 Februari 2026
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Kebiasaan Ngopi Bisa Bikin Gen Z Sulit Punya Rumah?
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.