Pertaruhan Alfredo Vera: PSIS Semarang di Ujung Tekanan Wajib Kalahkan Deltras FC

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SIDOARDJO — Pertandingan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu 22 Februari 2026, bukan sekadar panggung pertandingan biasa. Di balik duel antara Deltras FC dan PSIS Semarang pada matchweek ke-20 Grup 2 Championship 2025–2026, tersimpan pertaruhan besar yang menyangkut arah musim, tekanan psikologis, hingga masa depan pelatih.

Bagi Deltras FC, laga ini adalah kesempatan menjaga stabilitas performa. Namun bagi PSIS, pertandingan berubah menjadi ujian yang jauh lebih berat. Tim berjuluk Mahesa Jenar datang dengan beban hasil buruk sepanjang musim, membuat setiap pertandingan tersisa terasa seperti final.

Rekor pertemuan musim ini memang tidak berpihak kepada PSIS. Deltras tampil dominan dalam dua duel sebelumnya. Mereka menang 2-0 pada pertemuan pertama di Sidoarjo akhir Oktober, lalu kembali menunjukkan superioritas lewat kemenangan telak 3-0 di Semarang pada Januari. Dua hasil itu membentuk narasi bahwa The Lobster memiliki formula yang sulit dipecahkan lawannya.

Meski demikian, pelatih Deltras, Widodo Cahyono Putro, menolak terjebak pada statistik masa lalu. Ia melihat PSIS sebagai tim yang terus berkembang dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam sepak bola, menurutnya, kemenangan sebelumnya tidak pernah menjadi jaminan untuk pertandingan berikutnya.

Widodo menilai persiapan tim berjalan sesuai rencana. Intensitas latihan dijaga, sementara aspek taktik sudah dipaparkan secara rinci kepada pemain sejak dua hari sebelum pertandingan. Ia sengaja menutup detail strategi dari publik, menandakan adanya pendekatan khusus yang ingin diterapkan menghadapi Mahesa Jenar.

Di klasemen sementara hingga pekan ke-19, Deltras berada dalam posisi lebih nyaman. Klub asal Kota Delta menempati peringkat keenam dengan 33 poin. Sementara PSIS tercecer di posisi kesembilan dengan hanya 12 poin. Jarak itu bukan sekadar angka, melainkan gambaran tekanan yang berbeda di ruang ganti kedua tim.

PSIS datang dengan urgensi yang jauh lebih besar. Di bawah arahan Alfredo Vera, kemenangan menjadi kebutuhan mutlak untuk menjaga peluang bangkit sekaligus meredam tekanan publik. Setiap hasil negatif mempersempit ruang bernapas tim, sekaligus memperbesar sorotan terhadap sang pelatih.

Situasi ini membuat pertandingan terasa seperti pertaruhan tak terlihat. Bukan hanya soal tiga poin, tetapi tentang membangun kembali kepercayaan diri tim yang sepanjang musim kesulitan menemukan konsistensi.

Widodo secara khusus menyoroti kekuatan PSIS dalam situasi bola mati. Nama Otavio Dutra menjadi perhatian utama. Bek senior berusia 42 tahun itu masih menunjukkan kualitas pengalaman yang tinggi. Meski menit bermainnya musim ini baru mencapai 431 menit, kontribusinya tetap terasa lewat satu gol dan satu assist, terutama dalam situasi set piece yang kerap menjadi senjata tersembunyi.

Pengalaman Dutra memberi dimensi berbeda bagi PSIS. Dalam pertandingan ketat, satu tendangan bebas atau sepak pojok dapat mengubah jalannya laga. Karena itu, Deltras dipastikan akan memperketat penjagaan di area kotak penalti.

Menariknya, laga ini juga menghadirkan cerita emosional lain. Di kubu PSIS terdapat nama Thaufan Hidayat, mantan pemain Deltras yang dilepas pada bursa transfer paruh musim. Bersama Deltras pada putaran awal kompetisi, Thaufan mencatat tiga gol dan dua assist. Kini ia kembali ke Sidoarjo sebagai lawan, membawa ambisi pribadi untuk membuktikan keputusan klub lamanya keliru.

Pertemuan semacam ini sering melahirkan energi tambahan di lapangan. Pemain yang menghadapi mantan klub biasanya tampil dengan motivasi berlipat. Faktor emosional bisa menjadi pembeda ketika kualitas kedua tim tidak terpaut terlalu jauh.

Atmosfer Gelora Delta diperkirakan akan menjadi elemen penting lainnya. Dukungan publik tuan rumah kerap memberi dorongan moral bagi Deltras, sekaligus tekanan psikologis bagi tim tamu. Dalam kompetisi Championship yang sarat duel fisik dan intensitas tinggi, faktor mental sering kali sama pentingnya dengan taktik.

Bagi Deltras, kemenangan akan memperkuat posisi mereka di papan tengah sekaligus menjaga peluang menembus zona lebih tinggi. Namun bagi PSIS, hasil positif bisa menjadi titik balik musim yang selama ini berjalan tersendat.

Sepak bola kerap menghadirkan momen ketika satu pertandingan terasa lebih berat dari yang lain. Malam di Sidoarjo itu tampaknya menjadi salah satunya. Di sisi lapangan, Alfredo Vera berdiri membawa harapan perubahan. Di sisi lain, Widodo Cahyono Putro mencoba memastikan dominasi Deltras tetap terjaga.

Ketika peluit pertama dibunyikan, statistik dan tekanan akan melebur menjadi satu. Yang tersisa hanyalah keberanian, disiplin, dan kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Dan bagi PSIS Semarang, laga ini bukan lagi sekadar pertandingan tandang. Ia adalah ujian tentang seberapa kuat mereka bertahan di bawah tekanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jebolan Indonesian Idol, Piche Kota, Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bitcoin Terjun Bebas, Pintu Futures Perkuat Fitur Anti Boncos Buat Trader
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Soal Impor Pakaian Bekas Pan Brothers–Ravel Holding dari Amerika, Airlangga Bilang Gini
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Impor Mobil untuk Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Melanggar Asta Cita
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
5 Fakta Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa hingga Tewas di Maluku
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.