Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas kerja sama dan perdagangan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 30 menit di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2), Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada isu perdagangan, khususnya negosiasi tarif timbal balik atau resiprokal yang telah berlangsung cukup lama.
"Kita bahas masalah perdagangan di antara kedua negara," ujar Prabowo saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu pagi waktu setempat.
Presiden Prabowo menambahkan, Indonesia termasuk salah satu negara yang paling lama berunding terkait isu tarif dan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Meski demikian, hasil yang dicapai dalam pertemuan tersebut berjalan positif.
"Perundingan sudah cukup lama. Akhirnya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati. Saya kira bagus," jelasnya.
Baca Juga
- Kejutan Tarif 10% AS, Prabowo Minta Kajian Menyeluruh
- Prabowo Ungkap Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump, Ini Pembahasannya
- Prabowo Respons Putusan Supreme Court AS: RI Siap Hadapi Segala Kemungkinan
Indonesia juga menjadi satu-satunya negara anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan bahwa inti pembahasan tetap pada upaya mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan bagi Indonesia dan Amerika Serikat.
"Intinya kita kan termasuk yang mungkin paling lama ya berunding soal tarif itu, perdagangan. Tapi baguslah hasilnya," imbuh Prabowo.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah agenda Board of Peace di Washington DC, AS, Kamis (19/2).
"Kemarin ada lebih dari 15 kepala negara dan pemerintah, begitu ya. Jadi, kemudian satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo," kata Teddy di Hotel Four Seasons, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2).
Seskab menjelaskan dalam pertemuan bilateral itu turut ditandatangani perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Dalam perjanjian tersebut, kata dia, disepakati tarif resiprokal (timbal balik) sebesar 19 persen untuk produk impor Indonesia.





