Bisnis.com, MAKASSAR - Penggunaan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami pertumbuhan yang pesat pada 2025, baik secara nominal transaksi, jumlah pengguna, hingga merchant yang menggunakan.
Plt. Kepala Divisi SPPURMI Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulsel Tri Adi Riyanto mengungkapkan, nominal transaksi Qris di wilayahnya sepanjang 2025 tembus hingga Rp19,05 triliun.
Angka tersebut melonjak 85,34% jika dibandingkan nominal transaksinya pada 2024 yang hanya sebesar Rp10,28 triliun.
Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna Qris di Sulsel. Di mana hingga akhir 2025, tercatat sudah ada 1,32 juta orang yang menggunakan Qris, bertambah 8% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1,22 juta pengguna.
"Kalau dihitung volume transaksinya, Qris di Sulsel digunakan sebanyak 170,5 juta kali selama 2025, tumbuh 116,56% jika dibandingkan 2024 yang hanya digunakan 78,73 juta kali," ucap Tri Adi di Makassar, Sabtu (21/2/2026).
Sementara itu merchant di Sulsel yang telah menggunakan Qris tercatat ada 1,34 juta merchant hingga akhir 2025. Angkanya juga naik tinggi sekitar 23% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya ada 1,1 juta merchant.
Bank Indonesia mengklaim, jumlah merchant pengguna Qris di wilayah ini didominasi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau mencakup sekitar 76,8% dari total. Sedangkan sisanya digunakan oleh merchant usaha besar.
"Konsentrasi merchant ini paling banyak berada di Kota Makassar yang mencakup sekitar 43% dari total di seluruh wilayah Sulsel. Namun ke depan kami telah berkomitmen memperluas akseptasi digitalisasi pembayaran ke seluruh wilayah di Sulsel," tutur Tri Adi.





