jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan meraih penghargaan Best Leader of Change in Public Service Transformation 2026, atas kepemimpinannya dalam mempercepat transformasi layanan sertifikasi halal nasional.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year (ITAY) 2026 di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Jumat (20/2).
BACA JUGA: Kepala BPJPH Bicara soal Permintaan Donald Trump adalah Hoaks
Dalam ajang yang sama, BPJPH juga meraih penghargaan Excellence in Public Service Transformation of The Year 2026 kategori lembaga.
Pengakuan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen institusi dalam membenahi sistem layanan publik berbasis transformasi dan digitalisasi.
BACA JUGA: BPJPH Awali 2026 dengan Tujuh Kolaborasi Strategis Penguatan Ekosistem Halal
Menanggapi capaian tersebut, Ahmad Haikal Hasan—yang akrab disapa Babe Haikal—menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran BPJPH bersama para pemangku kepentingan halal di berbagai daerah.
“Transformasi yang kami lakukan adalah amanah undang-undang untuk melindungi masyarakat konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujarnya.
BACA JUGA: Duh! Indonesia Melonggarkan Aturan Persyaratan Halal untuk Produk dari Amerika Serikat
Dia mengungkapkan, hingga saat ini hampir 12 juta produk telah mengantongi sertifikat halal.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa arah transformasi yang dijalankan BPJPH berada pada jalur yang tepat.
Lebih lanjut, Haikal menekankan bahwa sertifikasi halal kini tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban religius, melainkan telah menjadi instrumen perlindungan konsumen sekaligus peluang strategis bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing.
“Sertifikasi halal bukan beban. Ini adalah peluang untuk naik kelas, menembus pasar ekspor, dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” tegasnya.
Dia menambahkan, BPJPH akan terus memperkuat ekosistem halal nasional melalui pembenahan regulasi, kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi digitalisasi layanan. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




