ACEH TIMUR, KOMPAS.TV – Sejumlah warga terdampak bencana di Dusun Ranto Panyang Rubek Kabupaten Aceh Timur, Aceh membangun hunian sementara (huntara) secara mandiri menggunakan kayu yang mereka kumpulkan.
Seorang warga yang membangun huntara mandiri tersebut, Abu Syam mengatakan, dirinya sudah dua hari bekerja membangun hunian tersebut.
“Sudah dua hari kami bekerja (membuat hunian sementara). Kalau tidak ada halangan, hari ini sudah siap,” ujar Abu Syam, Sabtu (21/2/2026), seperti dikutip Antara.
Baca Juga: Kepala BNPB Serahkan 102 Huntap dan DTH untuk Korban Banjir Longsor di Aceh Timur
Ia membangun huntara menggunakan rangka tenda pengungsian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta potongan-potongan kayu sisa rumahnya.
Menurutnya, penggunaan rangka tenda dari BNPB tersebut karena lokasi awal tenda BNPB terlalu dekat dengan tepi sungai.
“Ini (kayunya) punya kami sendiri. Punya rumah yang hanyut kemarin, itulah yang kami kumpulkan (kayunya),” ujarnya.
Abu Syam mengaku tiga bulan tinggal di dalam tenda bersama dua keluarga lainnya, namun mereka merasa kurang nyaman dan sesak.
Menurutnya, ia belum mendapatkan kepastian tentang huntara dari pemerintah. Oleh sebab itu Abu Syam memutuskan membangun hunian sendiri.
“Sebelumnya duduk-duduk merenung, (bertanya) kapan berakhirnya ini? Kemudian, daripada merepet-merepet (ngomel-ngomel) tinggal di tenda pada bulan puasa, mana ada pahalanya? Jadi ambil keputusan untuk buat ini (hunian sementara),” katanya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- aceh timur
- warga terdampak bencana
- pembangunan huntara mandiri
- hunian sementara
- banjir aceh timur





