Kasus Brimob Aniaya Pelajar, Cederai Kepercayaan Publik, Pelaku Dibui

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang polisi dari kesatuan Brigade Mobil (Brimob) berinisial Bripda MS menganiaya pelajar berinisial AT (14) sampai tewas di Tual, Maluku, Kamis (19/2/2026) dini hari.

AT, yang saat itu sedang menaiki motor dari Desa Ngadi menuju Tete Pancing, dipukul oleh Bripda MS dengan menggunakan helm taktikal.

Walhasil, AT terjatuh dari motornya. Ayunan helm taktikal yang mengenai pelipis AT membuatnya jatuh dari motor, dan langsung mengalami kondisi kritis.

Siang harinya, AT dinyatakan meninggal dunia. Bripda MS pun ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (21/2/2026) kemarin.

Baca juga: IPW Minta Brimob Penganiaya Pelajar di Tual Diproses Hukum

Mabes Polri telah mengakui insiden ini dan memohon maaf. Korps Bhayangkara menyadari bahwa apa yang Bripda MS lakukan telah mencederai kepercayaan publik.

Kronologi Penganiayaan

Aksi penganiayaan yang berujung tewasnya siswa MTs tersebut bermula saat Bripda MS bersama rekan-rekannya sesama anggota Brimob Batalyon C Pelopor menggelar patroli cipta kondisi, di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2/2026) dini hari.

Patroli dengan menggunakan kendaraan taktis itu awalnya dilakukan Bripda MS dan rekan-rekannya di kawasan Mangga Dua Langgur sekitar Pukul 02.00 WIT.

Namun, dalam patroli tersebut, tim mendapat informasi dari warga bahwa sedang terjadi aksi keributan yang berujung pemukulan di sekitar area Tete Pancing.

Baca juga: Polri Janji Usut Kasus Anggota Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku

Dari kronologi yang disampaikan, saat berada di lokasi, Bripda MS dan sejumlah rekannya kemudian turun dari kendaraan taktis dan membubarkan aksi balap liar di kawasan tersebut.

Berselang 10 menit kemudian, dua sepeda motor yang dipacu oleh korban AT dan NK (15) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Ngadi menuju Tete Pancing.

Saat itulah, Bripda MS yang sedang berada di lokasi mengayunkan helm taktikal kepada kedua pengendara motor.

Namun, helm yang diayunkan tersebut mengenai pelipis korban AT hingga korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi telungkup.

Sepeda motor korban AT ikut menabrak sepeda motor yang dikendarai NK hingga membuat korban NK terjatuh dari atas motor dan mengalami patah pada tangan kanannya.

Korban AT yang dalam kondisi kritis kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis.

Nahas, sekitar pukul 13.00 WIT korban dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Kasus Anggota Brimob Aniaya Pelajar di Maluku, Polri Akui Telah Cederai Kepercayaan Publik

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S Ilustrasi polisi amankan demo buruh di Jakarta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Warga Aceh Timur Bangun Huntara secara Mandiri, Kumpulkan Kayu Sisa Rumah
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Mendagri: Dukungan Kementan penting untuk pemulihan sawah di Aceh
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Begini Respons MUI Soal Label Halal Produk Amerika Serikat Masuk Indonesia
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
BEI Bakal Evaluasi Kebijakan Full Call Action
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Indonesia Percepat Divestasi Freeport Jadi 63 Persen di Tengah Perjanjian Tarif AS
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.