WASHINGTON DC, KOMPAS.TV- Pemerintah Indonesia mempercepat proses divestasi tambahan saham PT Freeport Indonesia hingga kepemilikan nasional mencapai 63 persen, di tengah penguatan kerja sama ekonomi Indonesia–Amerika Serikat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, negosiasi perpanjangan operasi Freeport telah berlangsung intensif dalam dua tahun terakhir antara pemerintah, MIND ID, dan Freeport-McMoRan.
Saat ini, kepemilikan Indonesia di PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen.
Dalam skema perpanjangan izin hingga 2041 akan dilakukan divestasi tambahan 12 persen kepada negara tanpa biaya akuisisi.
“Sehingga total kepemilikan Indonesia menjadi 63 persen pada 2041. Sebagian saham ini juga akan diberikan kepada pemerintah daerah Papua,” kata Bahlil dalam keterangan resminya di Washington, Jumat (20/2).
Baca Juga: Bahlil Jelaskan Alasan Perpanjangan Izin Freeport: Eksplorasi sampai Penambahan Saham
Ia menuturkan, puncak produksi Freeport diperkirakan terjadi pada 2035.
Saat ini produksi konsentrat mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, menghasilkan sekitar 900 ribu ton tembaga dan 50–60 ton emas.
Bahlil menyatakan, langkah ini merupakan bagian dari penguatan posisi nasional dalam pengelolaan sumber daya alam strategis, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional tambang di Timika, Papua.
Selain isu Freeport, pemerintah juga menegaskan komitmen membuka peluang investasi bagi perusahaan AS di sektor mineral kritis seperti nikel dan logam tanah jarang.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber :
- divestasi saham freeport
- saham pemerintah indonesia freeport
- freeport mcmoran indonesia
- bahlil lahadalia
- menteri esdm





