Jakarta, VIVA – Mudik Lebaran adalah momen yang paling dinanti karena menjadi ajang silaturahmi,terutama bagi keluarga yang merantau. Tetapi, keterbatasan dana sering kali menjadi kendala saat hendak mudik ke kampung halaman.
Ketika Tunjangan Hari Raya (THR) tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan perjalanan mudik, beberapa orang mulai melirik opsi pinjaman dana sebagai solusi. Namun, apakah ini langkah bijak? Artikel ini akan membahas bagaimana Anda dapat mengambil keputusan cerdas dalam menggunakan layanan keuangan seperti PayLater tanpa harus membayar beban utang dalam periode yang panjang.
1. Mengenal Alternatif Pendanaan untuk Mudik
Ketika merencanakan mudik, penting untuk mengetahui alternatif pendanaan yang tersedia. Saat ini, layanan PayLater menjadi pilihan populer karena kemudahan aksesnya dibandingkan kartu kredit.
PayLater memungkinkan pengguna membeli tiket transportasi atau memesan hotel dengan pembayaran yang ditunda hingga 30 hari lebih hemat Rp 0 admin dan 0% bunga. Hal ini membuatnya lebih efisien daripada pinjaman dana tunai yang biasanya memiliki bunga lebih tinggi.
Namun, pemahaman mendalam tentang cara kerja PayLater sangat penting agar tidak terjebak utang. Misalnya, Kredivo PayLater menawarkan cicilan dengan bunga rendah mulai dari 1.99% per bulan untuk member Premium. Dengan limit hingga Rp50 juta, platform ini bisa digunakan di berbagai merchant, bahkan di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Meski begitu, pengguna harus disiplin mengelola anggaran agar tidak melebihi batas waktu pembayaran.
2. Memilih Layanan Keuangan Sesuai Kebutuhan
Tidak semua layanan keuangan cocok untuk setiap individu. Beberapa platform menawarkan fitur cicilan tanpa bunga selama 30 hari, sementara yang lain menerapkan bunga tetap sejak awal. Penting untuk membandingkan opsi yang ada sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda. Misalnya, jika tujuan utama Anda adalah membeli tiket kereta api atau pesawat, maka PayLater dapat menjadi pilihan praktis.
Selain itu, pertimbangkan juga kondisi finansial Anda secara keseluruhan. Jika penghasilan bulanan Anda mencapai Rp5 juta atau lebih, pastikan bahwa cicilan tidak melebihi 30% dari total pendapatan. Ini adalah prinsip dasar manajemen keuangan yang dapat membantu Anda menghindari tekanan finansial di masa depan. Pilihan platform yang tepat juga harus didasarkan pada transparansi biaya dan kemudahan penggunaan.




