MALANG (Realita)– Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyampaikan sambutan hangat kepada puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah yang memadati Kota Malang dalam rangka Puncak Hari Lahir (Harlah) Satu Abad NU.
Menurut Amithya, kehadiran jamaah dalam jumlah besar bukan hanya menjadi momentum religius, tetapi juga kesempatan bagi Kota Malang untuk menunjukkan keramahan serta kesiapan sebagai tuan rumah agenda berskala nasional.
“Bisa jadi banyak yang baru pertama kali datang ke Kota Malang. Kami ucapkan selamat datang, semoga betah dan menikmati suasana Kota Malang,” ujar Amithya.
Ia menilai, Mujahadah Kubro Satu Abad NU bukan sekadar peringatan sejarah panjang organisasi, tetapi juga ruang konsolidasi kebangsaan dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.
“Semangatnya adalah kebersamaan. Satu abad perjalanan NU tentu membawa nilai perjuangan yang besar. Semoga membawa keberkahan bagi masyarakat, aparat, dan seluruh unsur yang terlibat,” katanya.
Amithya juga menyoroti membludaknya jumlah jamaah sebagai evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Menurutnya, pelayanan publik, pengaturan lalu lintas, hingga fasilitas pendukung harus terus ditingkatkan agar Kota Malang semakin siap menjadi tuan rumah event besar di masa mendatang.
“Ini jadi pembelajaran bersama. Ke depan, kesiapan infrastruktur dan pelayanan kepada tamu harus semakin maksimal,” tegasnya.
Puncak Harlah Satu Abad NU yang digelar PWNU Jawa Timur melalui Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang, pada 7–8 Februari 2026, mencatat jumlah kehadiran yang signifikan. Hingga H+1 pelaksanaan (7/2), jamaah tercatat mencapai 107.049 orang.
Data panitia menyebutkan, sebanyak 79.049 jamaah berasal dari PCNU se-Jawa Timur dan 28.000 lainnya dari Muslimat NU se-Jatim. Mobilisasi dilakukan dengan 1.283 bus, 6.476 mobil, dan 5.413 sepeda motor.
Seluruh kendaraan dibagi dalam sembilan zona yang masing-masing dikoordinasikan oleh perwakilan PWNU Jawa Timur, didukung puluhan ketua rombongan dan narahubung lokal untuk memastikan kelancaran arus kedatangan dan kepulangan jamaah.
Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim, Prof. Masykuri Bakri, menyatakan pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari aparat keamanan dan instansi terkait.
“Kami mendapat dukungan penuh dari Polda Jawa Timur, Kodam, serta Dinas Perhubungan Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, kapasitas tribun Stadion Gajayana secara konstruksi hanya mampu menampung sekitar 35.000 orang. Untuk mengakomodasi lonjakan jamaah, panitia menyiapkan skema penempatan di luar stadion dengan dukungan videotron yang dipasang hingga radius 3–4 kilometer dari lokasi utama.
Lonjakan kehadiran ini sekaligus menegaskan besarnya antusiasme warga Nahdliyin dalam merayakan satu abad perjalanan organisasi yang telah berkontribusi panjang bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. (mad)
Editor : Redaksi





