REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta menyoroti persoalan kebersihan yang kerap meningkat selama bulan suci Ramadhan. Lonjakan aktivitas masyarakat, mulai dari pasar takjil hingga pusat keramaian ibadah, dinilai perlu diimbangi dengan pengelolaan sampah dan ketertiban lingkungan yang lebih disiplin.
Salah satu yang menjadi titik perhatian adalah kawasan Masjid Jogokariyan. Lokasi ini, setiap tahunnya menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan bertajuk Kampoeng Ramadhan Jogokariyan. Agenda tahunan tersebut selalu dipadati pengunjung dari dalam maupun luar kota, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, yang membacakan sambutan Wali Kota, menyampaikan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan sudah memasuki 22 tahun penyelenggaraannya. Ia menyebut, meningkatnya mobilitas warga selama Ramadhan merupakan berkah sekaligus tantangan. Aktivitas ekonomi yang tumbuh pesat harus dibarengi tanggung jawab menjaga kebersihan kawasan.
"Ramainya pengunjung adalah hal yang patut disyukuri karena menggerakkan ekonomi warga. Namun persoalan sampah dan ketertiban tidak boleh diabaikan. Ini menjadi perhatian bersama, termasuk di Kampoeng Ramadan Jogokariyan," ujarnya saat membacakan sambutan Wali Kota Yogyakarta, Rabu (18/2/2026), malam.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menegaskan, Masjid Jogokariyan memiliki sejarah panjang dalam menggerakkan umat. Dari masjid inilah tumbuh berbagai kegiatan sosial, pelayanan jamaah yang tertata, hingga gerakan pemberdayaan ekonomi warga. Banyak pihak belajar tentang manajemen masjid, kedekatan pengurus dengan jamaah, serta bagaimana masjid hadir menjawab persoalan masyarakat.