Jagung Hingga Daging Sapi AS Siap Banjiri Indonesia Usai Prabowo Teken Kesepakatan Dagang

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia akan mengimpor sejumlah produk pertanian mulai dari beras, jagung, kedelai, daging sapi, hingga kapas asal Amerika Serikat (AS) usai ditandatanganinya dokumen perjanjian dagang AS—Indonesia pada Kamis (19/2/2026) di Washington, D.C., AS.

Berdasarkan dokumen Perjanjian AS—Indonesia tentang Perdagangan Timbal Balik, Indonesia akan mendukung dan memfasilitasi impor komoditas pertanian Negara Paman Sam senilai US$4,5 miliar.

“Indonesia harus meningkatkan impor produk pertanian Amerika Serikat, termasuk daging sapi, beras, jagung, kedelai, bungkil kedelai, gandum, etanol, buah-buahan segar seperti apel, buah sitrus, anggur, kapas, dan tepung gluten jagung,” demikian bunyi dokumen tersebut, dikutip pada Minggu (22/2/2026).

Disebutkan Indonesia harus memastikan bahwa impor beras dengan kode HS 100610, 100620, 100630, dan 100640 asal AS melebihi 1.000 metrik ton per tahun. Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan mengimpor jagung (HS 100590) asal AS yang ditargetkan melampaui 100.000 metrik ton per tahun.

Untuk kedelai, Indonesia akan mengupayakan terlaksananya pengaturan komersial untuk mengimpor sedikitnya 3,5 juta metrik ton kedelai (HS 120190) asal AS per tahun selama lima tahun. Setelah periode tersebut berakhir, Indonesia memastikan impor kedelai asal AS tetap melebihi 2,5 juta metrik ton per tahun.

Adapun untuk bungkil kedelai (HS 120810, 230400) sedikitnya 3,8 juta metrik ton per tahun selama lima tahun, yang kemudian dipastikan tetap melebihi 200.000 metrik ton per tahun setelah periode awal tersebut.

Baca Juga

  • Membangkit Kejayaan Tambak Dipasena di Waingapu, RI Incar Ekspor Udang ke Eropa-Timur Tengah
  • Konglomerasi Mochtar Riady (Lippo) Jual Gedung Pencakar Langit di Singapura
  • Tantang Putusan Mahkamah Agung AS, Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15%

Di samping itu, perjanjian dagang tersebut mencantumkan komitmen impor gandum (HS 100119, 100199) sedikitnya 2 juta metrik ton per tahun selama lima tahun, dan setelahnya dipastikan tetap melebihi 1,3 juta metrik ton per tahun.

Indonesia juga akan mengimpor sedikitnya 163.000 metrik ton kapas (HS 5201) per tahun selama lima tahun. Setelah berakhirnya periode tersebut, Indonesia akan memastikan impor kapas asal AS melebihi 150.000 metrik ton per tahun.

Lebih lanjut, Indonesia juga akan memastikan impor daging sapi dan produk daging sapi asal AS melebihi 50.000 metrik ton per tahun, apel lebih dari 26.000 metrik ton per tahun, buah sitrus lebih dari 3.000 metrik ton per tahun, serta anggur segar lebih dari 5.000 metrik ton per tahun.

Meski demikian, terdapat klausul yang menyebutkan apabila volume impor tahunan tidak mencapai angka yang ditetapkan, dan AS menilai tidak ada hambatan perdagangan dari Indonesia yang membatasi atau menghalangi impor tersebut, maka Indonesia tidak akan dianggap melanggar komitmennya.

Perjanjian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan timbal balik (resiprokal). Dalam hal ini, Indonesia akan menghapus hambatan tarif atas lebih dari 99% produk AS yang diekspor ke Indonesia di berbagai sektor, termasuk produk pertanian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awal Mula Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM Diteror, Singgung Operasi Intelijen: Justru Makin Kuat!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Penguatan Monsun Asia Picu Cuaca Ekstrem di NTB, Waspada Hujan Tiga Hari ke Depan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pasca Insiden Pesawat, Pertamina Sebut Pasokan BBM Satu Harga ke Krayan Tetap Aman
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Industri Kaca Minta Impor Mobil Pick Up dari India Dikaji Ulang, Ingatkan Dampaknya
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Allegri Harap-harap Cemas! 3 Pilar AC Milan Terancam Absen di Derby della Madonnina Akibat Akumulasi Kartu
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.