Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
KAI Tawarkan Diskon Tarif 30 Persen guna Urai Kepadatan Arus Mudik 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi bahwa mayoritas kursi untuk periode Angkutan Lebaran 2026 masih tersedia bagi masyarakat.
Data internal menunjukkan sekitar 2,2 juta tiket atau setara 59 persen dari total kapasitas belum terpesan.
Pihak operator kereta api nasional tersebut melaporkan bahwa sebanyak 1,58 juta tiket telah terjual untuk keberangkatan antara 11 Maret hingga 1 April 2026.
Secara keseluruhan, tingkat keterisian saat ini berada pada angka 40,87 persen dari total 3,87 juta kursi yang disediakan untuk menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.
Strategi Distribusi Penumpang
Untuk mendorong mobilitas yang lebih merata, pemerintah melalui KAI meluncurkan kebijakan tarif khusus.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan adanya potongan harga signifikan bagi calon penumpang.
"Terdapat insentif tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada periode 14 hingga 29 Maret 2026. Ini adalah bagian dari dukungan kebijakan pemerintah untuk memudahkan pergerakan masyarakat selama masa Lebaran," ujar Anne dikutip lama KAI sabtu 21 Februari 2026.
Tren Keberangkatan dan Rute Terpopuler
Analisis data penjualan saat ini memproyeksikan puncak arus mudik akan terkonsentrasi pada dua hari krusial:
- 23 Maret 2026 : Terjual 114.113 tiket (prediksi puncak tertinggi sementara).
- 24 Maret 2026: Terjual 112.758 tiket.
Sejauh ini, layanan kelas ekonomi jarak jauh masih menjadi pilihan utama masyarakat. Kereta api seperti KA Airlangga relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi dan KA Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto mencatatkan angka permintaan tertinggi.
Keamanan Transaksi dan Jalur Alternatif
Menghadapi potensi lonjakan permintaan di hari-hari mendatang, manajemen KAI menekankan pentingnya penggunaan saluran resmi guna meminimalisir risiko penipuan oleh pihak ketiga.
Masyarakat disarankan melakukan transaksi melalui aplikasi Access by KAI atau laman resmi perusahaan.
"Kami menyarankan pelanggan untuk mulai merencanakan perjalanan lebih awal. Jika tanggal yang diinginkan sudah penuh, masyarakat dapat mempertimbangkan tanggal alternatif atau menggunakan opsi connecting train (kereta sambungan)," tambah Anne.
Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan penumpang sekaligus menghindari penumpukan massa di stasiun pada hari-hari puncak keberangkatan.
Editor: Redaksi TVRINews





