Sekjen Golkar: LPDP Jangan Hanya untuk Orang Kaya, Harus Ada Afirmasi yang Jelas

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji merespons sorotan publik terhadap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, yang menuai kecaman warganet setelah mengunggah video kebahagiaan saat anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris melalui proses naturalisasi.

Diketahui, Dwi Sasetyaningtyas merupakan alumni S2 di Delft University of Technology, Belanda, lulusan 2017. Sementara suaminya, Arya Iwantoro, menempuh studi S2 dan S3 di Utrecht University, Belanda, pada kurun waktu 2017 hingga 2022, juga melalui skema beasiswa LPDP yang bersumber dari dana abadi pendidikan dan pajak rakyat Indonesia.

Baca Juga :
TERPOPULER: Mertua Tyas Penerima LPDP Pernah Diperiksa KPK, Ibunda Sindir Pacar Baru Okin
LPDP Buka Suara Soal Tyas dan Suami yang Viral Banggakan Anak Jadi WNA

Menanggapi polemik tersebut, Sarmuji menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata soal pilihan pribadi seseorang, melainkan soal desain kebijakan yang harus berpihak pada keadilan sosial.

Tyas penerima LPDP yang bangga anaknya jadi WNA
Photo :
  • Instagram/sasetyaningtyas
“Saya sendiri pernah mengingatkan soal ini dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan pada awal tahun 2022. Saya sampaikan bahwa LPDP ini kalau tidak ada penekanan dan afirmasi yang jelas, akan menjadi lingkaran yang dinikmati oleh orang kaya saja,” kata Sarmuji dalam keterangannya, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, persoalan utama terkait LPDP struktur persyaratan yang secara faktual lebih mudah dipenuhi oleh kelompok yang secara sosial-ekonomi sudah kuat. 

“Kalau tidak ada afirmasi, yang akan menikmati hanya orang kaya, karena syarat-syarat itu berat sekali. TOEFL bahasa Inggris-nya sekian-sekian. Dan orang yang bisa memenuhi kriteria ini rata-rata pasti orang kaya,” ujarnya.

Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu menilai bahwa yang paling penting dari sebuah program beasiswa negara adalah potensi akademik penerima untuk mampu mengikuti pembelajaran yang berat di perguruan tinggi kelas dunia. 

“Yang utama itu potensi akademiknya, apakah dia mampu mengikuti pembelajaran yang berat. Soal bahasa itu bisa di-upgrade. Negara bisa hadir membantu. Tapi kalau dari awal yang bisa memenuhi hanya mereka yang memang sejak kecil sudah difasilitasi dengan sekolah dan kursus terbaik, ya akhirnya yang menikmati itu-itu saja,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan memenuhi standar akademik dan bahasa asing sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial-ekonomi. Anak-anak dari keluarga mampu memiliki akses pada sekolah berkualitas dan kursus bahasa Inggris yang memadai, sementara anak-anak dari keluarga kurang mampu menghadapi keterbatasan besar.

Baca Juga :
Bangga Anak Jadi WNA, Tyas Penerima LPDP Akhirnya Minta Maaf
Menkes Budi Semprot Orang Kaya Terima PBI JK: Masa Rp42.000 Nggak Bisa Bayar?
Kesenjangan Melebar, 400 Miliarder Serukan Kenaikan Pajak Kaum Super Kaya di WEF Davos

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Ancam Pecat Oknum Dishub yang Bekingi Parkir Liar: Tidak Ada Kompromi!
• 3 jam laludisway.id
thumb
Remaja di Sukabumi Tewas Diduga Setelah Dipaksa Minum Air Panas oleh Ibu Tiri
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
TVRI berkomitmen gerakkan ekonomi nasional melalui Piala Dunia 2026
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Perlu Antisipasi Kenaikan Biaya Logistik untuk Tambah Impor Migas AS
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Siasati Libur Lebaran Idul Fitri 2026, SPPG Bakal Rapel Distribusi MBG Sepekan Sekaligus
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.