JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) warga Kelurahan Kamal yang tinggal di atas lahan calon Taman Pemakaman Umum (TPU) Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, sudah direlokasi.
Mereka kini sudah menempati sejumlah Rumah Susun (Rusun) yang disediakan oleh Pemprov DKI di Tegal Alur, Pesakih di Jakarta Barat, Rusunawa Rawa Bebek di Jakarta Timur, dan Rusun Rawasari di Jakarta Pusat.
"Sudah dipindah kemarin. Rusun Tegal Alur 4 KK, Rusun Pesakih 3 KK, Rusun Rawa Bebek 1 KK, Rawasari 1 KK," ucap Lurah Kamal, Edy Sukarya saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Pemkot Jakbar Targetkan Relokasi Warga Lahan TPU Pegadungan Sebelum Ramadhan Tahun Ini
Edy mengakui sempat ada masalah kesiapan fasilitas seperti atap yang bocor dan air yang belum mengalir di unit-unit rusun tersebut pada awal tahun 2026 lalu.
Namun, ia memastikan bahwa unit rusun yang ditempati oleh warga saat ini sudah dalam kondisi sangat layak huni dan memenuhi standar.
"Alhamdulillah. Perintah Bu Wali, orang mau pindah harus rapi. Jangankan kamar, jalanannya pun harus rapi kita sambut. Alhamdulillah sudah, mantap, siap semua fasilitas" kata Edy.
Lebih lanjut, Edy menyebutkan bahwa proses relokasi warga ini masih akan terus berlanjut selama bulan Ramadhan dan setelah Lebaran Idul Fitri 1447 H mendatang.
"Kemarin sengaja sebagian ada yang masuk rusun duluan biar jadi contoh. Karena Kelurahan Kamal targetnya 7 hari setelah Lebaran, insyaallah sudah pindah semua," tambahnya.
Terkendala Lokasi RusunMeski target sudah ditetapkan, Edy mengakui proses pemindahan ini tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Edy mengungkapkan bahwa tantangan terberat saat ini adalah penuhnya unit-unit rusun di wilayah Jakarta Barat, sehingga warganya menolak saat ditawarkan rusun di wilayah yang jauh.
Beberapa rusun yang masih tersedia dan sempat ditawarkan kepada warga meliputi Rusunawa Jagakarsa, Jakarta Selatan dan Rusunawa Rorotan serta Nagrak, Jakarta Utara.
"Pada prinsipnya mereka mau semua sebetulnya (direlokasi), cuma sayang rusunnya jauh. Saya sudah survei sama mereka, kendalanya itu doang, jauh. Mereka kan nyari nafkahnya di sini, itu masalahnya," ucapnya.
Baca juga: Pemkot Jakbar Targetkan Relokasi Warga Lahan TPU Pegadungan Sebelum Ramadhan Tahun Ini
Edy mengaku memaklumi keberatan warga lantaran mereka sudah menetap puluhan tahun di lokasi tersebut dan akan kesulitan mencari nafkah.
Ia menyebut tak ingin memutus mata pencarian para warga apabila dipaksa pindah ke rumah susun yang letaknya jauh dan membuat mereka kesulitan bekerja.
"Mereka kan itu bertahun-tahun di situ, 30 tahun lebih, orang pribumi, pindah tiba-tiba jauh. Masalahnya cari nafkah, kalau pindah doang gampang,” ujar Edy.





