Sukabumi, VIVA - Pengawasan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dipastikan bakal semakin ketat. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan teknologi pengawasan udara berupa pesawat nirawak dan ETLE Drone untuk memantau pergerakan kendaraan secara real time, khususnya di Tol Fungsional Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi).
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan teknologi tersebut akan digunakan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Pengendalian arus lalu lintas tidak lagi hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi diperkuat dengan pemantauan dari udara menggunakan Vertical Take-Off and Landing Unmanned Aerial Vehicle (VTOL UAV) dan drone berteknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Pengendalian arus akan kami perkuat dengan teknologi, menggunakan VTOL dan ETLE Drone yang dapat memantau sepanjang jalur tol maupun arteri,” ujarnya seperti dikutip VIVA Otomotif, Minggu 22 Februari 2026.
Pemantauan udara difokuskan pada sejumlah titik strategis, termasuk ruas fungsional Tol Bocimi yang menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah. Data visual yang diperoleh dari udara akan menjadi dasar pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Selain pengawasan berbasis teknologi, Korlantas juga menyiapkan skema pemecahan arus kendaraan. Arus dari Jakarta menuju Sukabumi maupun dari Sukabumi menuju Bogor akan diarahkan melalui kombinasi jalur tol fungsional dan jalur arteri untuk menghindari penumpukan di titik rawan kemacetan.
Menurut Agus, pola rekayasa ini bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika diperlukan, tol fungsional juga bisa diberlakukan saat arus balik guna menjaga kelancaran distribusi kendaraan.
Tak hanya itu, Korlantas mengimbau kendaraan besar sumbu tiga agar tidak melintas selama periode mudik dan balik Lebaran. Pembatasan ini dimaksudkan untuk memberi prioritas kepada kendaraan pribadi dan angkutan penumpang agar perjalanan pemudik lebih aman dan lancar.
Dengan kombinasi pengawasan udara dan rekayasa lalu lintas berbasis data real time, aparat berharap potensi pelanggaran seperti ngebut berlebihan, melanggar marka, atau penggunaan bahu jalan dapat ditekan. Kehadiran ETLE Drone juga memungkinkan penindakan pelanggaran dilakukan tanpa harus menghentikan kendaraan di tempat.





