Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bandung
Deputy CEO Persib Bandung Adhitia Putra Herawan menyampaikan sikap resmi klub terkait insiden yang terjadi seusai pertandingan Liga Champions Asia 2 (ACL 2) melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 lalu.
Menurut Adhitia, laga tersebut merupakan momen penuh emosi karena berlangsung dalam kompetisi level Asia.
Atmosfer pertandingan menghadirkan harapan besar dari seluruh elemen pendukung yang ingin melihat Persib tampil maksimal di panggung internasional.
Dalam dinamika tersebut, terjadi sejumlah insiden, antara lain pemanjatan pagar pembatas tribun, pelemparan benda, penyalaan petasan, serta masuknya sejumlah oknum suporter ke lapangan.
Situasi itu menjadi perhatian serius karena pertandingan digelar dalam ajang AFC yang membawa nama Persib, Kota Bandung, dan Indonesia.
“Kami memahami bahwa dinamika emosi dalam sepak bola adalah hal yang tidak terpisahkan. Namun demikian, setiap bentuk tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial, maupun sesama penonton tentu perlu kita sikapi bersama. Sepak bola seharusnya tetap menjadi ruang dukungan yang positif, aman, dan membanggakan bagi semua pihak,” ujar Adhitia dalam keterangan resmi yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 22 Februari 2026.
Sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang, manajemen memutuskan menutup sementara tribun selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada lanjutan pertandingan Super League 2025/26, pekan ke-22 melawan Persita Tangerang, Minggu, 22 Februari 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Selain itu, klub juga melakukan evaluasi dan investigasi internal secara menyeluruh terhadap aspek penyelenggaraan pertandingan. Pembenahan akan dilakukan secara bertahap guna memastikan setiap laga ke depan berlangsung aman dan kondusif.
Sebelumnya, pertandingan leg kedua babak 16 besar ACL 2 musim 2025/2026 menyisakan kekecewaan. Meski Persib menang 1-0 atas Ratchaburi FC, tim asuhan Bojan Hodak gagal melaju ke perempat final karena kalah agregat 1-3.
Di akhir laga, sejumlah oknum suporter memaksa masuk ke lapangan sehingga memicu kericuhan. Insiden tersebut menuai sorotan luas karena dinilai mencoreng citra sepak bola Indonesia di level internasional.
Adhitia menegaskan dukungan bobotoh selama ini menjadi kekuatan utama Persib. Ia mengajak seluruh pendukung untuk menunjukkan sikap dewasa dan bertanggung jawab agar sepak bola tetap menjadi ruang kebanggaan bersama.
Editor: Redaksi TVRINews





